Tour de France yang beda

Paris (AFP) - Lomba balap sepeda Tour de France seharusnya sudah start dari kota Nice di Mediterania akhir pekan ini, tetapi penundaan dua bulan akibat virus corona akan meningkatkan drama pada "edisi yang unik", kata penyelenggara lomba Christian Prudhomme kepada AFP.

Pemandangan yang mempesona, mobil-mobil rumah yang riuh di puncak gunung dan istana-istana Prancis yang menawan semuanya masih akan menjadi menu bagi pemirsa televisi global, demikian juga suasana pesta bagi jutaan penggemar balap sepeda di pinggir-pinggir jalan ketika perlombaan dimulai akhir Agustus nanti.

Sementara kebiasaan orang Prancis dalam berciuman untuk penyampaian selamat akan dilarang, dan jaga jarak sosial masih dipraktikkan, penundaan telah merombak format dengan menambahkan dosis yang belum diketahui dalam lomba tiga pekan yang selama ini sudah cukup ketat persaingannya.
.
Bukti popularitas domestik balapan ini dapat dideteksi dari kenyataan bahwa Prancis mengakhiri musim rugby dan sepak bola dengan cepat, tetapi keinginan secara umum dan politik untuk melanjutkan lomba balap sepeda membuat Tour tetap bertahan.

Edisi epik ke-107 sekarang akan dimulai dari Promenade des Anglais Nice pada 29 Agustus dan finis di sekitar Champs Elysees di Paris pada 20 September.

"Ini akan menjadi unik," kata Prudhomme menjanjikan apa yang sudah menjadi sebuah rute yang menggiurkan melalui lima pegunungan di Prancis.

"Tur belum pernah digelar di akhir-akhir tahun. Masih di musim panas, tetapi di luar liburan sekolah," kata Prudhomme, yang merasa mungkin ada jumlah penggemar yang kurang dari biasanya 12 juta penggemar di pinggir jalan.

"Temperatur udara seharusnya tidak terlalu panas," kata dia tentang suhu panas berangin yang mewarnai suasana karnaval di tepi jalan dan puncak bukit pada Juli.

"Akan ada lebih banyak angin juga," kata dia seraya menambahkan tenang kekacauan yang disebabkan oleh angin pada lomba yang melalui beberapa dataran kebun gandum Prancis yang luas yang telah lama dipanen.

"Akan ada lebih sedikit penggemar, tetapi masih akan menjadi pesta," kata dia.

Virus corona telah memukul pihak sponsor dan Prudhomme mengatakan bahwa konvoi karavan promosi yang mendahului peserta lomba, melemparkan barang-barang ke kerumunan yang berkumpul tidak hanya demi melihat sekilas peloton pebalap tetapi juga untuk kemungkinan mendapat topi, kaos, permen, dan hadiah promosi gratis lainnya, akan menjadi 40 persen lebih kecil.

Musim yang terguncang membuat para peserta lebih fokus dalam menatap Tour de France tahun ini.

Tim Ineos akan diperkuat tiga pemenang terakhir, Chris Froome, Geraint Thomas dan Egan Bernal sebagai co-kapten.

Juara bertahan Bernal sedang berlatih di tanah kelahirannya di mana dia mengatakan kepada media setempat bahwa dia akan menang.

"Jika saya berada dalam posisi untuk menang, saya tidak akan mengorbankan peluang saya," kata pebalap Kolombia berusia 23 tahun itu, yang dilaporkan memicu kemarahan Froome dan melaporkan ia akan berganti tim.

Ini semua bisa menjadi strategi "asap dan cermin" untuk menghilangkan panas dari Bernal, dan saingan utama Ineos, Jumbo juga telah menunjuk tiga co-kapten.

Beberapa orang mungkin saja mengatakan bahwa fakta Tour akan dilombakan itu sendiri adalah sebuah kemenangan, setelah pesta BBQ dan bir melintasi lima gunung di pegunungan Alpen, Massif Central, Pyrenees, Jura dan Vosges pemenang akan muncul di tempat bernama luar biasa 'La Planche des Belles Filles' (bangku gadis-gadis cantik).

Kembali pada Oktober, Bernal tercengang ketika rute akhir yang menantang diperkenalkan, sementara di sampingnya juara empat kali Froome tersenyum, melihat lokasi dimana dia nyaris menang pada 2012 di atas puncak curam yang tahun ini menjadi tempat etape kedua dari akhir.

Siapa pun yang muncul dari sela-sela bunga matahari dan chateaux dengan mengenakan jersey kuning di atas La Planche des Belles Filles, dia akan memenangkan salah satu Tur yang paling ditunggu-tunggu dalam 107 tahun sejarahnya.

bur/dmc/td/dj