Tower 4 RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kosong, Banyak Pasien Sembuh

Agus Rahmat, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sekitar 100 tenaga kesehatan Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat hari ini ikut memperingati Hari Pahlawan ke-75 tahun di area wisma, Selasa 10 November 2020.

Upacara dipimpin oleh Koordinator RSDC, Mayjen TNI Tugas Ratmono. Seluruh peserta upacara memakai alat pelindung diri (APD) lengkap berwarna merah dan putih. Ratusan pasien yang masih menjalani isolasi di Tower 5, 6, dan 7 juga ikut menyaksikan.

Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan, peringatan Hari Pahlawan tahun 2020 paling bersejarah karena Indonesia sedang berperang melawan pandemi virus Corona. Menurut dia, para tenaga kesehatan menjadi pahlawan kemanusiaan yang berjuang menyelamatkan ribuan nyawa pasien yang terpapar.

"Sejak bulan Maret 2020, ada sekitar 15.000 pasien yang sudah dirawat di Wisma Atlet ini," kata Ratmono di Jakarta.

Baca juga: Ma'ruf Amin Sebut Tren Global Islamophobia Kian Meningkat

Ia bersyukur, berkat kerja keras dan perjuangan para tenaga kesehatan, pasien di Wisma Atlet Kemayoran sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Karena, kata dia, jumlah pasien yang sembuh di Wisma Atlet mencapai 85 persen.

“Jumlah pasien yang kini dirawat di Wisma Atlet menurun drastis. Saat ini di Tower 4 sudah tidak ada lagi pasien yang menjalani perawatan,” ujarnya.

Padahal sebelumnya, seluruh tower yang digunakan di Wisma Atlet terisi oleh pasien yang positif COVID-19. Kini, pasien sudah banyak yang sembuh sehingga kamar perawatan di Tower 4 sudah tanpa pasien lagi.

Sementara itu, Ratmono mengatakan, di Tower 5 masih ada pasien orang tanpa gejala (OTG) lagi menjalani perawatan berjumlah 539 pasien. Kemudian di Tower 6 dan 7, pasien bergejala ringan dan sedang berjumlah 1.036 pasien.

“Jumlah pasien yang sembuh dan dipulangkan lebih banyak dari jumlah pasien baru yang masuk ke Wisma Atlet,” tutur dia.

Sementara itu, Letkol Laut drg. M. Arifin mengatakan, kekompakan para tenaga kesehatan di Wisma Atlet sebagai pejuang kemanusiaan telah menginspirasi warga yang juga kompak melawan COVID-19. Buktinya, jumlah warga yang dirawat di Wisma Atlet menurun secara drastis.

“Karena sesungguhnya warga yang menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penyebaran COVID-19,” ujarnya. (art)