Tower Bersama Minimal untuk Tiga Operator Seluler

TRIBUNNEWS.COM , SURABAYA - Pansus DPRD Surabaya memastikan raperda tower bersama minimal digunakan tiga operator seluler. Hal ini sebagai salah satu cara untuk mengendalikan pertumbuhan tower seluler di Kota Surabaya.

Anggota Pansus Tower bersama DPRD Surabaya, Tri Setijo Puruwito mengatakan, penetapan tower bersama minimal digunakan 3 operator sudah melalui pengkajian mendalam. Seluruh operator seluler diberi waktu enam bulan setelah Perda tower disahkan DPRD Surabaya.

"Jika sampai batas waktu yang ditentukan ternyata masih ada operator seluler yang belum mengikuti program tower bersama akan dikenakan sanksi," kata Tri Setijo, Selasa (25/6/2013).

Dijelaskan Tri Setijo, Perda tower seluler tersebut akan berlaku juga bagi tower di menara masjid, bangunan gedung, dan sebagainya. Dengan demikian tidak ada pengecualian apa pun dalam Perda seluler tersebut.

Berdasar data yang ada, menurut Tri Setijo, hingga sekarang masih ada sekitar 70-an tower seluler dari 1.055 tower seluler di Kota Surabaya yang belum digunakan bersama.
Di mana tower tersebut hanya digunakan sendiri oleh operator. Itu artinya tower tersebut tidak memenuhi Perda tower seluler sehingga harus ditinjau ulang perizinanya.

"Jika pemilik tower membandel ya silahkan Pemkot melakukan mekanisme penertiban," tutur Tri Setijo.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.