Toxic Relationship, Seperti Apa Hubungan yang Bisa Jadi Racun?

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 1 menit

VIVA – Jika pernah menjalani pacaran, mungkin ada yang pernah merasakan yang namanya toxic relationship atau hubungan beracun. Apa sih toxic relationship dan bagaimana cara mengatasinya?

Lewat IGTV-nya @ayankirma, Irma Gustiana Andriani, S.Psi.,M.Psi., Psi., PGCertPT menjelaskan lebih jauh mengenai toxic relationship.

Menurut Very Well Mind menulis, toxic relationship atau hubungan beracun merupakan hubungan yang membuat seseorang merasa tak didukung, direndahkan, diserang bahkan disalahpahami. Di tingkat dasar, hubungan apapun yang membuat seseorang merasa lebih buruk daripada lebih baik bisa menjadi beracun seiring berjalannya waktu.

Sehingga, bisa diartikan, suatu hubungan diangap beracun jika kesejahteraan seseorang terancam, baik secara emosional, psikologis dan bahkan fisik. Nah, hubungan beracun ini bukan hanya dialami dalam relasi dengan pasangan (pacar, suami/ istri), tetapi juga bisa terjadi pada anak, orangtua, adik-kakak, rekan kerja, asisten rumah tangga atau siapa saja.

Tanda Hubungan Beracun

Hubungan yang melibatkan pelecehan fisik atau verbal menurut Very Well Mind masuk ke dalam klasifikais beracun. Namun ada tanda lain yang samar atau tak terlihat oleh si korban. Apa saja?

- Kebutuhan seseorang tidak terpenuhi
- Tak mendapat penghargaan dari apa yang sudah dilakukan, meskipun hanya ucapan terimakasih.
- memberi lebih dari yang Anda dapatkan
- Terus menerus melakukan pengorbanan dari mulai waktu bahkan tenaga
- Tak mendapat dukungan, selalu disalahkan, disalahpahami, diserang bahkan direndahkan
- Selalu menjalani hari-hari dengan perasaan tertekan, lelah, marah
- Sering bertengkar tiap kali bersama
- Sulit jadi diri sendiri saat bersama pasangan

Lalu, bagaimana mengenali bahwa hubungan yang Anda jalani adalah beracun atau merupakan Toxic Relationship? Ingin tahu jawabannya? Klik tautan ini untuk lebih jelasnya.