Toyota Amankan Titel Pembalap WEC di Bahrain

Muhamad Fadli
·Bacaan 2 menit

Para pembalap yang mengendarai #7 TZ050 HYBRID, berhasil membalikkan keadaan di akhir musim untuk memenangkan titel. Setelah kekecewaan di Le Mans 24 Hours dalam dua edisi terakhir.

Conway yang start dari pole position, berhasil tampil baik dalam menjalankan tugasnya. Itu juga diikuti oleh Kobayashi dan Lopez yang tampil konsisten untuk menyelesaikan balapan yang digelar selama delapan jam itu.

Memasuki perempat tarakhir balapan, mereka memiliki keunggulan sekitar 30 detik dan melaju dengan mulus tanpa kesalahan.

Di jam-jam terakhir, Conwa, Kobayashi dan Lopez, berhasil membuat jarak yang cukup besar, dengan satu menit. Setelah mencapai lap ke-263, mereka keluar sebagai pemenang dan menjadi juara dunia.

“Sungguh menyenangkan bisa berdiri di sini sebagai juara dunia di musim yang sulit tapi juga fantastis,” kata Conway kepada Toyotagazooracing.com.

#7 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Mike Conway, Jose Maria Lopez, Kamui Kobayashi

#7 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Mike Conway, Jose Maria Lopez, Kamui Kobayashi<span class="copyright">JEP / Motorsport Images</span>
#7 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Mike Conway, Jose Maria Lopez, Kamui KobayashiJEP / Motorsport Images

JEP / Motorsport Images

TS050 HYBRID menjadi salah satu mobil yang menakut di WEC dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, mobil tersebut sudah memenangkan tiga edisi Le Mans 24 Hours.

“Kerja keras yang telah kami lakukan pada TS050 sejak 2016, tidaklah mudah. Kami memiliki kenangan manis dengan mobil ini,” kata Kobayashi.

“Tim ini telah meraih tiga kemenangan di Le Mans dan sekarang kami menjadi juara dunia. Kami tidak bisa meminta lebih banyak daripada hasil ini.”

Mengikuti ajang balap ketahanan memang membutuhkan kerja sama dan kekompakan antara rekan setim.

Hal tersebut yang dapat membuat tim bisa meraih kesuksesan dalam balapan yang menuntut konsentrasi tinggi.

“Menjadi juara dunia dengan kemenangan di balapan terakhir memberikan perasaan yang sangat spesial. Saya ingin berterima kasih kepada orang-orang yang berada di Cologne dan Higashi-Fuji, karena telah membuat mobil yang fantastis,” ujar Lopez.

“Ini musim yang luar biasa. Kami bekerja keras untuk meraih ini dan menjadi juara dunia bersama Kamui dan Mike adalah sebuah mimpi. Mereka seperti saudara kandung bagi saya. Perasaan saya sungguh senang.”

Prinsipal Toyota Hisatake Murata menegaskan bahwa mobil baru yang akan diturunkan timnya pada WEC tahun depan akan memberikan tontonan yang lebih menarik.

“Selamat kepada Mike, Kamui dan Jose yang berhasil memenangkan gelar juara dunia. Saya bangga dengan semangat dan determinasi tim. Sayangnya ini akhir dari era LMP1 dan balapan terakhir TS050 HUBRID,” kata Murata.

“Kami bangga menjadi bagian dari kejuaraan ini dan tak sabar untuk menghibur fan dengan era Hypercar yang baru.”