Toyota-Daihatsu, Masihkah Sang Adik Mengalah?

Otosia.com -

Toyota adalah pelanggan tetap sebagai pemimpin pasar otomotif nasional. Sedangkan, diperingkat kedua dipegang Daihatsu, bahkan kadang posisi Daihatsu digeser oleh produsen lain.

Otomotif merupakan salah satu bisnis terbesar yang menjanjikan pemasukan devisa bagi negara Indonesia. Dalam bisnis ini, bisa disaksikan perang saudara antara Toyota dan Daihatsu kerap terjadi.

Persaingan panas terjadi pada segmen mobil keluarga alias MPV (Multi Purpose Vehicle). Dimana, kedua produk kembar Toyota dan Daihatsu yakni Avanza dan Xenia mesti bertarung menjadi kendaraan yang banyak diminati keluarga Indonesia.

Namun sepertinya, sebagai adik kembar, Daihatsu dipaksa mengalah dan mempersilakan Toyota menjadi pemimpin pada segmen MPV maupun di semua segmen. Bahkan, Toyota seakan mengorbankan Xenia tergeser oleh Suzuki Ertiga, sehingga menempati posisi ketiga di segmen MPV.

All New Xenia, selama 6 bulan pertama tahun 1013 ini masih menjadi penopang wholesales Daihatsu sebesar 37.297 unit atau 42,17 persen. Sementara retail sales All New Xenia mencapai 36.247 unit atau 41,84 persen.

Saat ini, Daihatsu kembali memuncaki peringkat kedua penjualan mobil nasional periode Januari-Juni 2013 dengan pangsa pasar 14,7 persen. Dalam kurun waktu Januari-Juni 2013 wholesales Daihatsu berhasil mencapai 88.446 unit atau naik 10% dibandingkan periode yang sama 2012 sebanyak 80.319

“Daihatsu telah melewati 6 bulan pertama 2013 dengan baik. Kami optimis pada paruh kedua 2013 penjualan Daihatsu akan terus tumbuh sesuai pasar," ungkap Amellia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

 (kpl/tr/abe)

Sumber: Otosia.com

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.