TPPU impor daging, KPK periksa pelajar dan ibu rumah tangga

MERDEKA.COM. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini melanjutkan pengusutan dalam kasus pencucian uang perkara suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Penyidik KPK memanggil seorang pelajar bernama Darin Mumtazah untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Selain memanggil Darin, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua ibu rumah tangga, yakni Lusi Tiarani Agustine dan Sutiana Astika, serta seorang Pejabat Pembuat Akta Tanah, Elly Halida. Mereka semua berstatus saksi.

"Semua saksi itu diperiksa buat tersangka AF dan LHI," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, lewat pesan singkat, Kamis (12/4).

KPK juga kembali memeriksa Manajer Cabang Bank Muamalat, Giarti Adiningrum, dalam perkara sama. Ini adalah pemeriksaannya yang ketiga. Dalam dua pemeriksaan sebelumnya, selepas memberikan keterangan, Giarti selalu bungkam saat diwawancarai wartawan.

Sejak 6 Maret, KPK resmi menjerat salah satu tersangka kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi pada Kementerian Pertanian, Ahmad Fathanah (AF) alias Olong Ahmad Fadeli Luran, dengan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang. Menurut KPK, AF diduga menyamarkan dengan cara mengubah bentuk harta kekayaan hasil korupsi.

KPK sudah menyita beberapa harta milik AF diduga hasil pencucian uang. Aset itu adalah empat mobil mewah, yakni Toyota FJ Cruiser hitam  bernomor polisi B 1330 SZZ, Toyota Alphard putih bernomor polisi B 53 FTI, Toyota Land Cruiser Prado TX hitam bernomor polisi B 1739 WFN, dan Mercedes-Benz C 200 hitam bernomor polisi B 8749 BS.

Tiga mobil mewah AF, selain Mercy, dibeli dari ruang pamer mobil impor, William Mobil, terletak di bilangan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Nilai empat mobil mewah milik AF itu nilainya ditaksir mencapai Rp 4,3 miliar.

KPK pun menjerat Ahmad Fathanah dengan Pasal 3, dan atau Pasal 4, dan atau Pasal 5 Undang-Undang No. 15 Tahun 2002 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Sejak 26 Maret, KPK juga menjerat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), dengan pasal pencucian uang. Pasal disangkakan kepada LHI sama dengan AF.

Topik pilihan:
Pemerkosaan | Kopassus | Polisi Kriminal | Tips Seks | Anonymous 

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.