TPS dan TTL kolaborasi bantu korban banjir dan longsor di Trenggalek

Anak usaha dari Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) yakni Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan Terminal Teluk Lamong (TTL) berkolaborasi membantu korban terdampak banjir dan longsor di Trenggalek.

"Bantuan yang diberikan berupa 500 paket sembako berupa beras, minyak goreng, gula pasir, sarden, teh dan mi instan dengan total nilai Rp75 juta," kata Direktur Utama TPS, Abdul Rofid Fanany melalui keterangan tertulisnya di Surabaya, Jumat.

Bantuan tersebut disalurkan langsung ke lokasi Pendopo Kabupaten Trenggalek dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan.

Dia menyampaikan bahwa penyaluran bantuan 500 paket sembako ini merupakan bagian dari program bantuan sosial Pelindo untuk bencana banjir dan longsor di Jawa Timur.

Baca juga: Bulog salurkan bantuan beras korban banjir Trenggalek dan Blitar

Baca juga: Pemkab Trenggalek bangun sabuk air minimalkan risiko longsor Sumurup

Direktur Utama TTL, Faruq Hidayat mengatakan pemberian bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan serta bentuk komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat Indonesia.

"Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana," ujarnya.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan, warga terdampak banjir di Trenggalek ada 5.243 Kepala Keluarga (KK). Sementara yang terdampak longsor ada 246 KK dan terdampak tanah gerak ada 76 KK.

Beberapa di antaranya telah ditampung di tempat pengungsian karena kondisi rumah yang sudah tidak layak huni.

Baca juga: Ratusan warga diungsikan dampak tanah longsor di Trenggalek

Baca juga: BNPB salurkan bantuan untuk pemulihan pascabanjir di Trenggalek

M. Nur Arifin juga menyampaikan bahwa kondisi masyarakat saat ini dalam proses pemulihan, masih melakukan pembersihan dan kerja bakti untuk area-area yang masih tergenang banjir.

Beberapa juga masih harus tetap di area pengungsian karena wilayahnya terdampak longsor bahkan tanah gerak.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pelindo atas bantuan yang telah diberikan, bantuan ini akan segera kami distribusikan karena hingga saat ini warga kami masih sangat membutuhkan uluran tangan semua pihak untuk dapat melakukan pemulihan bencana dengan cepat," ujar M. Nur Arifin.

Sementara itu, Adi Gunawan, salah satu warga terdampak Banjir dan longsor di Ngadirejo Kecamatan Pogalan berterima kasih dan merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

"Karena hingga saat ini saya belum bisa bekerja seperti biasanya, barang-barang yang berhasil kami selamatkan pun tidak banyak. Terima kasih dan semoga Pelindo rezekinya semakin lancar," kata dia.

Baca juga: Wagub Jatim pastikan dampak banjir Trenggalek terkendali

Baca juga: PJT I: Banjir di Trenggalek dipicu hujan dengan intensitas tinggi