TR Kapolri: Tidak Lulus Tes Pembuatan SIM, Bisa Tes Ulang di Hari yang Sama

Merdeka.com - Merdeka.com - Untuk mengemudi kendaraan mobil dan motor di Indonesia membutuhkan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang menjadi id sebagai masyarakat yang patuh dalam kebijakan dan peraturan berkendaraan di Indonesia.

Tentu pembuatan SIM harus menggunakan syarat dan ketentuan serta prosedur yang sudah ditetapkan oleh negara, seperti misalnya minimal usia yakni 17 tahun atau sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Banyak masyarakat yang membuat SIM namun ada juga yang tidak lulus dalam tes pembuatan SIM. Kendati begitu dikutip dari akun instagram resmi @indoenisiabaik.id, Senin (7/11), Kapolri resmi membuat aturan yang membolehkan masyarakat gagal tes ujian pembuatan SIM bisa mengulang di hari yang sama. Instruksi ini tertuang dalam surat telegram Nomor: ST/2386/X/YAN.1.1/2022 tanggal 31 Oktober 2022.

Aturan pembuatan SIM

1. Peserta yang dinyatakan tidak lulus ujian penerbitan SIM dapat langsung melaksanakan ujian ulang pada hari yang sama atau dalam kurun waktu 14 hari kerja.

2. Satpas diminta menyediakan pelatihan bagi calon peserta yang akan melaksanakan ujian ataupun peserta yang akan melaksanakan ujian ulang

3. Biaya pemeriksaan pada tes psikologis dipungut langsung oleh dokter/psikolog pada pelayanan kesehatan.

4. Ujian ulang boleh dilakukan dua kali

5. Peserta uji SIM dapat memilih sendiri lokasi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani (psikologi) di luar area gedung Satpas.

"Bagi peserta yang dinyatakan tidak lulus ujian penerbitan SIM, dapat langsung melaksanakan ujian ulang pada hari itu juga atau dalam kurun waktu 14 hari kerja terhitung mulai tanggal dinyatakan tidak lulus," tulis @indonesiabaik.id. [rhm]