Trade Expo Indonesia 2021 bukukan transaksi 6,06 miliar dolar AS

·Bacaan 3 menit

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengaku bangga dengan capaian Trade Expo Indonesia ke-36 Digital Edition, yang sejak dibuka pada 21 Oktober 2021 lalu, berhasil membukukan transaksi sebesar 6,06 miliar dolar AS, di mana Tiongkok dan Mesir mendominasi transaksi.

“Capaian ini sangat menggembirakan karena melampaui target transaksi yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar 1,5 miliar dolar AS,” ujar Mendag Lutfi saat resmi menutup TEI-DE 2021 secara hibrida di Jakarta, Selasa.

Dari capaian tersebut, nilai total transaksi buyer luar negeri tercatat sebesar 3,54 miliar dolar AS.

Buyer dengan nilai transaksi terbesar berasal dari lima negara, yaitu Tiongkok dengan nilai transaksi sebesar 1,68 miliar dolar AS atau berkontribusi 27,8 persen, Mesir sebesar 560,2 juta dolar AS (9,24 persen), Brazil sebesar 285,8 juta dolar AS (4,71 persen), Jepang sebesar 252,6 juta dolar AS (4,17 persen), dan India sebesar 204,3 juta dolar AS (3,37 persen).

Baca juga: TEI 2021 peluang hidupkan kembali kontribusi RI di perdagangan global

Produk-produk yang berhasil menarik minat buyer luar negeri pada TEI-DE 2021 adalah produk pertanian dengan nilai sebesar 792 juta dolar AS (13,06 persen), produk kimia sebesar 316,7 juta dolar AS (5,22 persen), minyak sawit sebesar 307,8 juta dolar AS (5,08 persen), produk herbal dan suplemen sebesar 300 juta dolar AS (4,95 persen), serta produk kertas dan kertas olahan sebesar 298 juta dolar AS (4,92 persen).

Sampai hari terakhir penyelenggaraannya, TEI-DE 2021 telah dikunjungi oleh 32.030 pengunjung dengan total pendaftar sejumlah 8.220 buyer dari 136 negara, terdiri atas 3.721 buyer mancanegara dan 4.499 buyer lokal.

Sementara itu lima negara dengan jumlah buyer terbanyak pada gelaran TEI-DE tahun ini adalah India, Tiongkok, Malaysia, Brasil, dan Mesir. Hal itu tidak terlepas dari peran Perwakilan Perdagangan di luar negeri yang aktif mempromosikan TEI-DE melalui pendampingan buyer dalam mencari produk Indonesia, membuka help desk, dan mengadakan pertemuan bisnis.

Baca juga: Mendag bidik nilai transaksi TEI ke-36 capai 1,5 miliar dolar AS

Pameran dalam TEI-DE tahun ini diikuti oleh 834 peserta pameran yang terbagi dalam delapan kategori produk, yaitu manufactured product; digital lifestyle & service; medical & healthcare; renewable energy; food & beverage products; living comfort & amenities; fashion & beauty products; dan halal product.

“Para peserta diharapkan terus menindaklanjuti kontak dagang yang terjadi selama TEI-DE berlangsung. Selain itu, perwakilan perdagangan di luar negeri juga akan terus mengawal tindaklanjut kerja sama yang terjalin antara para peserta pameran dengan buyer,” kata Mendag.

Selama penyelenggaraan TEI-DE 2021, telah dilaksanakan pula beberapa kegiatan forum yaitu Trade Tourism & Investment Forum (TTI), Halal Trade Forum, bisnis forum, dan konseling bisnis. Selain itu, tercatat pula sebanyak 107 penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang melibatkan eksportir dan buyer dari 17 negara.

Kegiatan lain yang tidak kalah penting adalah penjajakan bisnis yang mampu menghasilkan transaksi sebesar 2,521 miliar dolar AS dengan buyer dari kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa yang difokuskan untuk tenaga kerja terampil dan profesional.

Selanjutnya, gelaran Embracing Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) yang diselenggarakan di Aquatik Stadium Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

“Kesuksesan penyelenggaraan TEI-DE ini tentunya merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak. Untuk itu, diharapkan kerja sama yang telah terjalin selama ini dapat terus kita tingkatkan di tahun mendatang,” pungkas Lutfi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel