Trade Expo Indonesia Virtual-Exibition 2020 resmi dibuka

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Pameran dagang terbesar se-Asia Tenggara Trade Expo Indonesia Virtual-Exibition (TEI-VE) 2020 resmi dibuka di tengah pandemi COVID-19 oleh Presiden Joko Widodo secara virtual dengan mengangkat tema “Sustainable Trade in Digital Era”.

“Di tengah pandemi, TEI VE hadir membawa terobosan untuk menjembatani para eksportir Indonesia dengan mitra bisnisnya di seluruh dunia yang terbatas ruang geraknya secara fisik,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto saat memberikan laporannya pada acara pembukaan TEI-VE 2020, Selasa.

Mendag menyampaikan pameran ekspor terbesar di Indonesia tersebut untuk pertama kali diselenggarakan secara virtual dengan menggunakan teknologi terkini.

Baca juga: Perpanjangan GSP dari AS beri peluang tingkatkan kesuksesan TEI 2020

Hal itu merupakan upaya Kemendag dalam mentransformasikan sistem pelaksanaan pameran dagang yang semula dilakukan secara tatap muka ke sistem online, sesuai dengan implementasi kebijakan protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah di masa tatanan normal baru.

Tema yang diangkat pada TEI-VE 2020 berupa “Sustainable Trade in Digital Era” bertujuan untuk meningkatkan promosi produk buatan dalam negeri ke pasar global serta mengembangkan jejaring bisnis.

Hal itu telah digaungkan Mendag sejak diluncurkan perhelatan yang dilaksanakan pada 10-16 November 2020 tersebut secara resmi pada 21 September 2020 yakni mengembangkan jejaring bisnis dan investasi serta menyajikan pameran dan produk unggulan terbaik Indonesia.

Baca juga: Lebihi target, Mendag sebut animo peserta Trade Expo Indonesia tinggi

“Kami optimis dengan penyelenggaraan virtual ini, TEI-VE akan memberikan kontribusi pada peningkatan ekspor walaupun dengan capaian yang akan sulit menyamai hasil penyelenggaraan TEI Tahun 2019 yang berhasil mencatatkan transaksi sebesar 10,96 miliar dolar AS,” ujar Mendag.

Mendag menambahkan, TEI-VE mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari para eksportir, yang dibuktikan dari jumlah pejuang ekspor yang mendaftar mencapai 690 pelaku usaha, dari target semula sebanyak 300.

“Selain itu, hingga 10 November 2020 pukul 10.30 WIB kami mencatat 3.870 buyer terdaftar dari 109 negara melalui pendaftaran online maupun melalui perwakilan RI di luar negeri,” pungkas Mendag.

Pada kesempatan tersebut, Mendag juga menyampaikan bahwa pada 15 November 2020, RI akan menandatangani mega Free Trade Agreement (FTA) yakni Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang dinilai penting bagi perdagangan RI.

“Perjanjian ini penting dan amat berpeluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor Indonesia dengan negara-negara ASEAN serta China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru,” tukas Mendag.