Tradisi Barikan, Upaya Warga Sumbercangkring Kediri Bangkitkan Sejarah Satu Muharram

Merdeka.com - Merdeka.com - Warga Desa Sumbercangkring, Kediri, Jawa Timur, mengadakan tradisi barik'an. Selain menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriah, tradisi itu juga untuk melestarikan yang sudah ada sejak 1 Muharam 1325 hijriah atau 1907 masehi.

Tradisi barik’an dilaksanakan warga Desa Sumbercangkring dan santri Pesantren Pari Ulu di Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Mereka mengarak arakan tumpeng lengkap.

Tradisi barik'an merupakan bentuk syukur warga sekaligus menjadi upaya membangkitkan kembali sejarah masa lampau agar terus dilestarikan.

"Usai arak-arakan warga menggelar doa bersama di tanah yang konon percaya menjadi cikal bakal Desa Sumbercangkring yang merupakan pemekaran dari Desa Wonojoyo. Di tanah ini tumpeng kemudian disantap bersama oleh warga sebagai bentuk rasa syukur," kata pengasuh Ponpes Pari Ulu KH. Mustain Anshori.

Desa sumbercangkring memiliki tiga dusun. Dusun Sumbercangkring, Sumberagung dan Babadan. Konon nama-nama dusun itu lahir karena banyak sumber mata air di kawasan ini.

Selain itu, di Desa Sumbercangkring juga banyak ditemukan situs era Kerajaan Kediri pada abad 10-11. Situs itu kini tersimpan di Museum Bhagawanta Bari area Pemkab Kediri, Jalan Soekarno Hatta Katang Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel