Tradisi Bukan Presiden yang Umumkan Kenaikan Harga BBM Harus Diubah

Tribunnews.com, JAKARTA--  Akhirnya, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi diumumkan, Jumat (21/6/2013) malam.

Teka-teki siapa yang akan mengumumkan kenaikan harga BBM pun terjawab dini hari tadi. Meski sebelumnya sempat beredar yang akan mengumumkan adalah Menteri Perekonomian, Menkominfo, dan Menteri Keuangan, namun akhirnya pemerintah menunjuk Menteri ESDM Jero Wacik.

Menurut pakar komunikasi politik, Heri Budianto, bila dilihat dari tata pemerintahan dan job desc, sudah tepat Jero Wacik yang mengumumkan. Karena kenaikan harga BBM eceran merupakan domainnya Menteri ESDM.

Namun, menuru Heri, sebenarnya publik menunggu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku kepala pemerintahan yang akan menyampaikan pengumuman kenaikan harga BBM.

Kata dia, memang tradisi di pemerintahan sejak Orde Baru terkait pengumuman harga BBM, Presiden tidak pernah mengumumkan. Tradisi ini terus berlangsung hingga saat ini di pemerintahan SBY.

Namun, imbuhnya, ada fenomena menarik lain yakni ketika harga BBM turun pada Desember 2008 dan Januari 2009 Presiden langsung yang menyampaikan pengumuman penurunan harga.

"Wajar kemudian publik menilai bahwa ekses politik juga mewarnai soal BBM termasuk front state (panggung) depan ketika harga BBM dinaikan," ungkap dia kepada Tribunnews.com, Sabtu (22/6/2013).

Lanjutnya, dramaturgi politik terjadi juga tampak ketika pengumuman kenaikan harga BBM. Jika SBY langsung yang mengumumkan justru publik akan merespons positif, sebab di luar negeri kebijakan-kebijakan tidak populer disampaikan langsung oleh presidennya.

"Saya kira mestinya SBY mengambil moment ini untuk mendongkrak kesan negatif pemerintahanya, karena harga BBM," ujarnya. (Andri Malau)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.