Tradisi Gelar Juara Premier League yang Sunyi Buat Liverpool

Satria Permana

VIVA – Liverpool sudah dijanjikan boleh melakukan selebrasi angkat trofi Premier League saat mengunci gelar juara. Otoritas Premier League telah memberikan izin kepada Liverpool untuk melakukan tradisi tersebut.

Hanya saja, perayaan gelar juara Liverpool bakal sunyi. Sebab, tak akan ada suporter yang diperbolehkan ikut dalam prosesi angkat trofi Liverpool.

CEO Premier League, Richard Masters, menyatakan tradisi angkat trofi juga akan dibatasi waktunya. Mereka tak diberikan waktu yang lama untuk selebrasi di dalam stadion demi alasan keamanan dan kesehatan.

Trofi Premier League

"Jika semua memungkinkan, ya, akan ada seremoni dan mereka bisa mengangkat trofi. Kami juga mau memberikan trofi secara langsung kepada para pemain dan staf sebagai bentuk penghargaan kerja keras mereka," kata Masters dilansir The Sun.

Premier League direncanakan kembali bergulir, setelah pemerintah Inggris memberikan dukungan. Skema Proyek Restart Premier League hingga kini masih dimatangkan dan beberapa detail harus ada yang ditinjau ulang agar alasan keamanan pemain bisa dijaga.

Beberapa klub sudah mengantisipasi berjalannya Proyek Restart dengan menggelar latihan. Tapi, masih ada saja pemain yang enggan untuk ikut latihan karena takut tertular virus corona COVID-19.

"Dari perspektif perencanaan, kami fokus pada penyelesaian musim 2019/20. Tapi, kami juga memiliki rencana lain untuk aspek pelengkapnya," ujar Masters.

Proyek Restart memang sudah dinantikan sejumlah pihak. UEFA bahkan meminta agar Premier League cepat mengambil keputusan terkait nasibnya karena akan berkaitan dengan skema kompetisi antarklub Eropa macam Liga Champions dan Liga Europa.

Sementara, fans Liverpool berharap klub kesayangannya bisa segera mengunci dua kemenangan lagi untuk menasbihkan diri menjadi juara Premier League 2019/20.