Tradisi larung kepala kerbau di Jepara terbuka untuk masyarakat umum

Tradisi lomban atau larung kepala kerbau di laut yang biasa digelar masyarakat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada tahun ini bakal lebih meriah, karena masyarakat umum bisa mengikutinya setelah sebelumnya dibatasi karena pandemi COVID-19.

"Meskipun nantinya masyarakat bisa mengikuti pesta lomban dan festival kupat lepet setelah dua tahun tak bisa mengikutinya, kami tetap mengimbau masyarakat untuk tetap hati-hati saat mengikuti larung kepala kerbau di laut," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Ida Lestari di Jepara, Sabtu.

Baca juga: Tradisi Bulusan di Kudus kembali dibuka untuk masyarakat umum

Dalam pelaksanaan larung kepala kerbau yang dijadwalkan berlangsung Senin (9/5), kata dia, panitia hanya menyediakan dua kapal untuk Bupati Jepara serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) setempat.

Terkait jumlah kapal nelayan yang boleh mengikuti, kata dia, selama ini para nelayan sudah lebih dahulu berada di lokasi yang nantinya menjadi tempat pelarungan kepala kerbau.

Ia memperkirakan nelayan yang mengikuti acara tersebut cukup banyak karena memang acara tersebut untuk para nelayan sebagai tradisi tahunan.

Tradisi larung lomban tersebut, menurut dia, sebagai ungkapan syukur masyarakat Jepara khususnya warga pesisir atau nelayan setelah setahun melakukan kegiatan pelayaran menangkap ikan dan mendapat limpahan rezeki dari Allah SWT.

Baca juga: Tradisi silaturahmi Idul Fitri di Jepara berlangsung semarak

Melalui tradisi ini, para nelayan juga berharap selama melaut tahun ini mendapatkan keselamatan.

Bagi masyarakat Jepara yang tidak bisa menyaksikan secara langsung, bisa melihat tayangan live streaming di Channel Youtube Pemerintah Kabupaten Jepara, pada Senin (9/5) mulai pukul 06.00 WIB yang disiarkan langsung dari TPI Ujungbatu Jepara.

Sebelum pandemi COVID-19, pelarungan kepala kerbau beserta sejumlah sesaji diikuti hampir 10 ribu orang yang biasanya diikuti ratusan kapal. Sedangkan saat pandemi, pelaksanaan tradisi sedekah laut yang dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, hanya diikuti puluhan orang untuk menghindari kerumunan.

Baca juga: Pemkab Pekalongan siap gelar tradisi Gunungan Megono

Sementara pada tanggal 9 Mei 2022, diperkirakan juga akan menyedot ribuan penonton karena ada sejumlah pelonggaran bagi masyarakat untuk menggelar acara tradisi tahunan, termasuk lomban kupatan di Jepara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel