Tradisi Membaca Alquran Raksasa Selama Ramadan di Banyuwangi

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Ada tradisi unik yang dilakukan masyarakat Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur setiap bulan suci Ramadan. Di Masjid Agung Baiturrahman, warga membaca Alquran berukuran besar yang digelar setiap usai salat tarawih.

Semakin spektakuler, Alquran yang memiliki ukuran 2x1,5 meter dengan berat mencapai 400 Kg tersebut merupakan asli tulisan tangan manusia.

Alquran yang kini berada di Masjid pusat Kota Banyuwangi ini ditulis oleh H Abdul Karim asal Kecamatan Genteng pada tahun 2011. Semenjak ditulis, Alquran tersebut dibaca terus-menerus setiap bulan Ramadan dengan rata-rata hatam hingga 3 kali bahkan lebih.

Sekretaris Yayasan Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi, Iwan Aziz Siswanto mengatakan, Alquran yang ada di Masjid Agung Baiturrahman merupakan Alquran terbesar dari tiga Alquran hasil tulisan H Abdul Karim pada 2011.

"Jadi Alquran Raksasa ini adalah yang terbesar dari tiga Alquran besar yang ditulis H Abdul Karim saat itu," kata Iwan Aziz, Kamis (21/4).

Penulisan Alquran raksasa telah menghabiskan spidol sebanyak 32 kardus dengan tambahan 40 kardus tinta spidol. Untuk kertasnya, digunakan kertas yang secara khusus didatangkan dari negeri Sakura, Jepang.

Pembacanya juga bukan asal-asalan, ada tujuh orang yang dipilih secara khusus untuk membaca Alquran raksasa setiap pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB. Di antara tujuh orang, dua orang hafiz atau penghafal Alquran, sedangkan dua lagi khusus untuk membuka Alquran berukuran besar.

"Karena ukurannya yang besar, maka untuk membacanya juga harus hati-hati, untuk membuka saja harus ada dua orang, dan kami pilih secara khusus dua orang untuk membukanya," ungkapnya.

Para pembaca juga dengan berbagai cara, ada yang berdiri, ada juga yang sambil duduk di kursi, sebab ukuran hurufnya yang besar perlu keahlian khusus untuk membacanya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel