Tradisi Suku Tuareg dari Afrika Utara, Wanita Punya Banyak Kebebasan dari Pria

Syahdan Nurdin, delala
·Bacaan 1 menit

VIVA – Setiap suku bangsa di dunia mempunyai tradisi masing-masing, mulai dari yang unik hingga cenderung aneh. Kali ini mari melihat tradisi suku Tuareg yang dipercaya sebagai suku Muslim keturunan Berber, suku asli dari Afrika Utara.

Suku Tuareg ini hidup nomaden dan berjalan menyusuri Gurun Sahara dan menyebar mulai dari Aljazair Tenggara, Niger, Libya Barat Daya, Burkina Faso Utara, Nigeria Utara, hingga Mali.

Para wanita suku Tuareg memiliki kebebasan yang lebih banyak dari pria. Meski memeluk agama Islam, perempuan Tuareg tak harus memakai penutup kepala dan cadar. Sebaliknya, justru para pria Tuareg yang wajib memakai penutup kepala dan cadar saat mereka memasuki usia 18 tahun.

Dihimpun dari berbagai sumber, yang lebih menariknya, wanita Tuareg juga punya kebebasan soal hal asmara. Mereka bebas memilih akan bercinta dan menikah dengan siapa saja bahkan boleh berhubungan seks sebelum menikah.

Pria diperbolehkan masuk ke tenda perempuan untuk berhubungan intim dan harus pergi sebelum matahari terbit. Tradisi soal kebebasan bercinta ini tidak membuat wanita suku Tuareg terjebak dalam pernikahan dini seperti pada suku lainnya.

Pernikahan di usia 20 tahun bukanlah hal yang normal, mereka kebanyakan menikah di usia yang sudah lebih matang. Bukan hanya kebebasan soal bercinta, wanita Tuareg juga sangat dihormati karena mereka adalah pemilik rumah dan hewan ternak.

Bahkan saat mereka cerai, semua harta, termasuk rumah, hewan ternak, dan hak asuh anak, jatuh ke tangan pihak wanita. Bagi suku Tuareg perceraian juga bukanlah sebuah aib. Pihak keluarga perempuan justru akan menggelar pesta perceraian supaya pria lain tahu bahwa anaknya sudah sendiri.