Tragedi Baku Tembak Laskar FPI dan Polisi Jadi Polemik

Siti Ruqoyah
·Bacaan 1 menit

VIVAKomnas HAM telah mengumumkan hasil investigasinya terkait penembakan enam laskar FPI di tol Cikampek awal Desember 2020 kemarin. Dari pemeriksaan tersebut, muncul fakta jika pengawal Habib Rizieq tersebut sengaja menunggu polisi yang mengikutinya hingga akhirnya terjadi baku tembak.

Hasil investigasi ini disorot pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto, dia menilai, biasanya sebuah organisasi memiliki standar operasional prosedur (SOP) atau aturan disiplin organisasi.

SOP menjadi acuan dalam setiap tindakan, termasuk saat pengawalan. Dia tidak tahu apakah di FPI ada SOP atau tidak.

"Hanya saja logikanya sebuah pengawalan yang dilakukan sebuah organisasi tentunya harus menggunakan SOP atau aturan disiplin organisasi," ujar Bambang Rukminto kepada wartawan.

Lain cerita bila penyerangan dilakukan kelompok yang bukan organisasi. Menurut dia, kecil kemungkinan setiap pergerakan anggotanya berdasarkan SOP.

"Bila yang menyerang itu diakui sebagai bagian organisasi, tentunya pimpinan organisasi harus ada yang bertanggung jawab," katanya.

Menurut dia, penyerangan terhadap polisi harus diselidiki sehingga fakta di balik peristiwa ini akan terungkap. "Bukan hanya menyerang petugas, menyerang masyarakat umum atau membahayakan orang lainpun tak dibenarkan dan bisa dipidana," tegasnya.

Pakar hukum Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji mengatakan rilis Komnas HAM harus ditindaklanjuti secara tuntas, terutama terkait penyerangan ke polisi.

Menurut dia, proses hukum akan mengungkap penyerangan itu karena suruhan atau Laskar FPI bergerak sendiri.

"Siapapun di FPI yang memiliki keterkaitan dengan penyerangan ini harus bertanggungjawab secara hukum," ujar Indriyanto.

Jadi, lanjut Indriyanto, pengungkapan peristiwa di KM 50 harus dilakukan secara utuh. Menurut dia, kematian Laskar FPI adalah dampak atau akibat dari serangan terlebih dahulu terhadap polisi.

"Kedua masalah tersebut sebagai bagian tidak terpisahkan," kata dia.