Tragedi George Floyd, Boateng: Anti-Rasisme Jangan Hanya di Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa pembunuhan warga kulit hitam Amerika Serikat (AS), George Floyd menghebohkan dunia. Kasus berbau rasisme itu menimbulkan protes tidak terkecuali dari dunia olahraga.

Tidak sedikit pemain sepak bola yang menyuarakan keprihatinannya lewat tanda #blacklivesmatter dan mengunggah gambar kosong berwarna hitam. Mayoritas dari mereka meminta rasisme dihentikan dan orang kulit hitam lebih dihargai.

Namun demikian, kritik datang dari eks gelandang AC Milan dan Barcelona, Kevin Prince Boateng. Ia meminta ada usaha lebih dari sekadar gaung di media sosial.

"Itu pesan yang bagus, tetapi saya agak resah karena orang-orang menganggapnya terlalu mudah. Jika Anda menuntut mereka, maka mereka akan mengatakan, saya sudah ikut mengunggah gambarnya," kata Boateng seperti dilansir London Evening Standard

"Gambar itu bagi saya, tidak berarti apa pun," ujarnya menambahkan.

Boateng merasa, banyak orang terlalu takut untuk melakukan sesuatu yang lebih besar. Salah satunya karena ketidaan pendukung.

George Floyd tewas setelah leher dan tubuhnya ditindih polisi dalam proses penangkapannya. pada Senin (25/5/2020). Tewasnya George Floyd memicu gelombang protes tidak hanya di AS melainkan di belahan dunia lainnya.

 

Pengaruhi Publik

Orang-orang melakukan tiarap di Jembatan Burnside selama sembilan menit saat menyerukan keadilan atas kematian George Floyd di Portland, Oregon, 2 Juni 2020. Aksi menyimbolkan momen terakhir Floyd saat lehernya ditindih lutut polisi Minneapolis pada 25 Mei lalu. (Sean Meagher/The Oregonian via AP)

Boateng menambahkan, orang-orang paling tidak dapat menggunakan media sosialnya untuk mengkampanyekan anti rasisme. Namun usaha itu tidak boleh berhenti hanya lewat media sosial.

"Orang-orang mungkin mengatakan hanya punya 100 pengikut, ya mungkin Anda bisa memengaruhi 50 di antaranya. Merupakan hal yang signifikan bahwa Anda sebagai kulit putih ikut bersama kami," katanya.

"Kami percaya bahwa Anda bersama kami, jadi kita bisa melangkah ke hal yang lebih besar," katanya mengakhiri.

Dibiayai

Di sisi lain, petinju Floyd Mayweather dikabarkan telah mengirimkan uang sebesar 88,5 ribu dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 1,2 miliar. Uang itu nantinya dipergunakan untuk membiayai pemakaman George Floyd.

Hal ini diungkapkan oleh keluarga mendiang George Floyd yang mengucapkan terima kasih kepada Floyd Mayweather.