Tragedi Kanjuruhan Menewaskan Ratusan Orang, 9 Komandan Brimob Polda Jatim Dicopot

Merdeka.com - Merdeka.com - Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Noco Arfinta memutuskan mencopot sebanyak sembilan komandan satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Jatim, buntut tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

"Kemudian sesuai dengan perintah Bapak Kapolri. Kapolda Jawa Timur juga sama melakukan penonaktifan jabatan Danyon (Komandan Batalyon), Danki (Komandan Kompi) dan Danton (Komandan Pleton) Brimob sebanyak 9 orang," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo saat jumpa pers, Senin (3/10).

Adapun sembilan Komandan Brimob Polda Jatim yang dicopot yakni; Danyon AKBP Agus Waluyo; Danki AKP Has Darman; Danton AKP Nanang; Danton Aiptu Solikin; Danton Aiptu M. Samsul; Danton Aiptu Ari Diyanto; Danki AKP Untung; Danton AKP Danang; Danton AKP Nanang; serta Danton Aiptu Budi.

"Semuanya masih diperiksa Tim Mabes Polri hingga malam hari ini. Sesuai perintah Presiden, Kapolri bekerja cepat. Namun unsur ketelitian dan kehati-hatian serta proses Ilmiah dalam bekerja, menjadi standar tim Mabes Polri dalam bekerja," kata Dedi.

Selain sembilan Komandan Brimob Polda Jatim, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengambil langkah cepat dengan mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dari jabatannya, buntut tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa timur.

"Menonaktifkan (copot) sekaligus mengganti kapolres malang AKPB Ferli Hidayat dimutasikan sebagai Pamen SSDM Polri," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo saat jumpa pers, Senin (3/10).

Keputusan mencopot AKBP Ferli Hidayat itu sebagaimana tertuang dalam surat telegram Kapolri nomor ST/2098/X/2022 untuk kemudian posisi Kapolres Malang, digantikan AKPB Putu Kholis.

"Dan digantikan oleh AKBP Putu Kholis yang sebelumnya jabat Kapolres Tanjung Priok Polda Metro Jaya," sebutnya.

Naik Sidik

Sebelumnya, Bareskrim Polri resmi menaikan status tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur ke tahap penyidikan dengan mengenakan pasal kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa.

"Dari hasil pemeriksaan tersebut yim melakukan gelar perkara dari hasil gelar perkara meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam jumpa pers, Senin (3/10).

Adapun pasal yang dipakai yakni Pasal 359 KUHP, “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”

Kemudian, Pasal 360 KUHP berbunyi "Barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka berat dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau minimal satu tahun."

"Tim hari ini melakukan pemeriksaan terkait Pasal 359 dan Pasal 360 KUHP dengan melakukan pemeriksaan 20 orang saksi," sebut Dedi.

Dengan dinaikkannya kasus tragedi kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang. Maka kepolisian meyakini adanya dugaan tindak pidana dalam kejadian yang meregang nyawa ratusan orang.

Untuk diketahui, Polri memastikan update total korban meninggal tragedi berdarah kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur telah mencapai 125 orang, sejak Minggu (2/10) kemarin malam.

"Korban meninggal dunia 125 orang," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Senin (3/10).

Selain data 125 orang meninggal, Polri juga mendata ada sebanyak 21 orang mengalami luka berat dan 304 orang luka ringan. Sehingga sejauh ini total korban telah mencapai 455 orang. [ded]