Tragedi SD Sandy Hook, Beyonce dkk Anti Senjata

TEMPO.CO, Jakarta--Seminggu sudah Amerika menyaksikan kebrutalan penembakan di sebuah sekolah dasar di Newtown, Conncecticut. 20 Anak usia 6-7 tahun dan 6 orang guru meninggal dalam tragedi di Sandy Hook Elementary, Sabtu (15/12) lalu.

Kejadian ini memicu seluruh rakyat Amerika untuk bereaksi meminta pemerintah untuk meninjau kembali izin kepemilikan senjata di Amerika. Sejumlah selebritas dunia juga ikut bereaksi dengan membintangi sebuah video berisi pesan untuk menghentikan kekerasan bersenjata.

Dalam video yang berjudul Mayors Against Illegal Guns released Demand a Plan to End Gun Violence, dan dirilis Jumat 21 Desember 2012. Video ini dibintangi oleh selebritas papan atas seperti Beyonce, Jennifer Aniston, Kate Hudson, Reese Witherspoon, Jennifer Garner, Jessica Alba, Gwyneth Paltrow, Cameron Diaz, Michelle Williams, Courteney Cox, Ellen DeGeneres, Julianne Moore, Selena Gomez, Chris Rock, Jon Hamm, Will Ferrell, Aziz Ansari, Christina Applegate, Debra Messing, Elizabeth Banks, Brooke Shields, Kristen Bell, Jamie Foxx, Sarah Silverman, Amy Poehler, Jason Bateman.

Mereka menyebut kembali beberapa pembantaian yang sama dengan kejadian di Sandy Hook seperti Columbine, Oak Creek, Virginia Tech. Dalam cuplikan video itu para bintang ini bertanya, "How many more . . . colleges, classrooms, houses of faith, street corners. Enough,". "Demand a plan. Right now. We can do better than this."

Video ini sendiri sudah bisa disaksikan di laman Demandaplan.org. Untuk bisa disampaikan langsung kepada anggota Kongres, Senat dan Presiden Obama.

USMAGAZINE | DEWI RETNO

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.