Tragedi Sleman, Kerja Sama Polri-TNI Tak Terikat  

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Markas Besar Polri, Komisaris Besar Agus Rianto, mengatakan lembaganya siap membangun kerja sama dengan semua pihak untuk mengusut tragedi di Penjara Cebongan, Sleman. Termasuk bekerja sama dengan Markas Besar TNI Angkatan Darat.

»Kami terus bekerja sama dengan semua pihak, tentunya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan,” kata Agus melalui pesan singkat, Selasa, 26 Maret 2013. Kerja sama dengan TNI dan pihak lain bersifat koordinasi dan tak terikat.

Menurut Agus, ia mengharapkan kerja sama dengan beberapa instansi terkait bisa mempercepat proses penyelidikan dan pengungkapan kasus. »Info sekecil apa pun akan sangat berguna bagi kami.” Dalam tragedi pada Sabtu lalu itu, empat tahanan titipan Kepolisian dibantai oleh pasukan siluman.

Sebelumnya, Panglima Daerah Militer Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Saroso mengisyaratkan akan bekerja sama dengan Kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut.  Para korban merupakan tersangka kasus cekcok di Hugo's Cafe Sleman, yang menewaskan anggota Komando Pasukan Khusus, Sersan Satu Santoso. Hardiono memastikan pelaku pembunuhan empat tahanan bukan berasal dari Kopassus.

Pada peristiwa itu, sekitar 17 orang bertopeng membawa senjata lengkap. Mereka bertopeng langsung menerobos pintu masuk penjara. Beberapa sipir mengalami luka akibat dianiaya gerombolan.  Empat korban tewas adalah Yohanes Juan Mambait, 38 tahun, Angel Sahetapi alias Deki (31), Adrianus Candra Galaga alias Dedi (33), dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu alias Adi (29). Penembakan ini membuat sejumlah tahanan trauma. Cek info penyerangan profesional Penjara Cebongan Sleman di sini.

IRA GUSLINA SUFA

Topik Terhangat: Kudeta || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

Berita Lainnya:

Firasat Buruk Pemindahan Tahanan Lapas Sleman

Penyerangan LP Sleman Terencana, Ini Indikasinya

BIN: Senjata Penyerang LP Sleman Bukan Standar TNI

Siapa Tak Trauma Lihat Serangan Penjara Sleman

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.