Tragis, Balita di Garut Meninggal Tertimpa Pagar

Merdeka.com - Merdeka.com - AR (3) balita asal Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia usai tertimpa reruntuhan pagar, Rabu (16/11). Saat itu, korban diketahui sedang berjalan kaki bersama ibundanya.

Humas Polsek Wanaraja resor Garut, Bripka Yana Hendayana mengatakan, bahwa lokasi kejadian tersebut di Kampung Sukasirna, Desa Sukamulya.

"Kejadiannya itu saat hujan deras di sore hari sekitar pukul 16.30 WIB," kata Yana, Kamis (17/11).

Dia menjelaskan bahwa AR saat kejadian tengah berjalan kaki bersama ibunya, WI (38) yang merupakan warga Kampung Sukarendah. Saat melewati rumah yang diketahui dihuni oleh A dan keluarga, tiba-tiba pagar rumahnya ambruk.

"Diduga rapuhnya pagar tersebut karena konstruksi bangunan pagar dalam kondisi rapuh sehingga ambruk. Hasil olah tempat kejadian perkara, bangunan pagarnya memang diketahui sudah lama," jelas Yana.

Kondisi bangunan pagar yang rapuh, diungkapkan Yana, diterjang hujan yang cukup deras sehingga kemudian menyebabkan ambruk. "Saat ambruk, material pagar itu menimpa AR dan Wi yang kebetulan berjalan kaki di depan rumah," ungkapnya.

Dalam kejadian tersebut, AR diketahui meninggal di tempat kejadian. Selain AR, ibundanya juga diketahui mengalami luka cukup berat sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit umum daerah dr Slamet Garut.

"Yang balita meninggal di tempat kejadian, ibunya dilarikan ke rumah sakit karena luka berat. Memang tembok yang roboh itu tingginya mencapai 2,5 meter dan panjangnya 10 meter," pungkasnya. [cob]