Tragis, Kiper Badut Arsenal Hapus Akun Twitter Usai Dibantai ManCity

Robbi Yanto
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kiper Arsenal Runar Alex Runarsson telah menghapus akun Twitternya setelah melakukan blunder fatal dalam duel kontra Manchester City pada ajang Piala Liga di Emirates Stadium, Selasa 22 Desember 2020 atau Rabu dini hari WIB.

Arsenal dibantai ManCity 1-4 dan Runarsson jadi badut. Dia berkali-kali melakukan blunder konyol yang membuat Arsenal kebobolan.

Buktinya di gol pertama, Runarsson tak terlihat mengejar bola untuk memotong umpan silang. Tapi, dia malah menunggu bola sampai kepadanya untuk ditangkap.

Ujungnya, Gabriel Jesus malah memenangkan duel dan menjebol gawang Arsenal lewat tandukannya. Blunder konyol kedua saat Runarsson mencoba mengantisipasi sepakan bebas Riyad Mahrez.

Tangkapannya tak lengket, malah memantul dari tangannya dan gol pun tercipta. Kemudian, saat berhadapan melawan Phil Foden, Runarsson terlihat sangat gagap.

Dia malah bermanuver lebih dulu, sebelum Foden melepaskan tembakan. Hingga akhirnya, Foden bisa dengan mudah menceploskan bola ke gawang Arsenal lewat chip.

Setelah pertandingan, beberapa pendukung Arsenal yang menatap tajam menemukan bahwa penjaga gawang tersebut sudah menonaktifkan akun Twitter resminya, mungkin tujuannya untuk mengantisipasi kritik dari para penggemar.

Di sisi lain, bagi Arsenal kekalahan ini menuntaskan harapan mereka untuk lolos ke babak semifinal Piala Liga. Kekalahan ini juga menambah kelam catatan dari sang manajer Mikel Arteta yang tak bisa bawa Arsenal menanh dalam empat pertandingan terakhirnya.

Terkait penampilan konyol Runarsson, Arteta memberikan pembelaan. Dia menilai Runarsson hanya membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi.

"Bernd sudah sering main. Sedangkan, dia belum terlalu sering, cuma beradaptasi dengan kompetisi. Kami melakukan kesalahan, dan harus mendukungnya," kata Arteta membela Runarsson dilansir Daily Mirror.

"Pada dasarnya, Bernd butuh istirahat dan kami mau berikan kesempatan ke pemain lain. Alex sudah bermain bagus di laga lainnya. Insiden ini bisa terjadi kapan saja di sepakbola," lanjutnya.