Tragis, Rampok 3 Kilo Emas Ditembak Polisi Lalu Tewas Akibat Corona

Bayu Adi Wicaksono, Andrew Tito

VIVA – Nasib tragis dialami seorang perampok tiga kilogram emas di Jakarta. Dia tewas akibat Virus Corona atau COVID-19 usai ditembak petugas kepolisian.

Perampok itu berinisial WA alias AG, usianya 67 tahun. Dia meregang nyawa di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur pada Kamis 2 Maret 2020.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Baarta, Kompol Teuku Arsya menuturkan, perampok itu awal ditembak di bagian kaki saat akan diringkus usai melakukan perampokan di sebuah toko emas di wilayah Taman Sari, Jakbar.

Untuk merawat luka bekas tembakan, perampok itu dibawa ke RS Polri. Hanya saja kondisi lukanya memburuk, sebab perampok itu ternyata menderita penyakit diabetes.

"Dari 3 Maret (dipindahkan), waktu awal ditahan di Polres habis itu 3 Maret 2020 kami bawa kesana, RS Polri Kramat Jati," ujar Arsya dikonfirmasi, Sabtu 3 April 2020.

Lalu menurutnya, rampok itu menjalani perawatan medis selama sebulan akibat diabetes di RS Polri. Anggota polisi yang bertugas menjaga WA pun tidak pernah berhubungan langsung, karena WA ditempatkan di ruangan khusus tahanan.

"Tersangka punya sakit gula, dan kalau tahanan sakit penempatan khusus, kita bawa ke sana karena dia kadar gulanya tinggi," ujarnya.

Sejak dirawat di RS Polri belakangan WA menunjukkan gejala terinfeksi virus corona. Arsya menyebut bila WA kerap batuk dan terus-menerus batuk saat jalani perawatan.

"Enggak sih, tapi karena memang sebulan dia di sana, cuma informasinya beberapa hari terakhir yang bersangkutan batuk-batuk terus tapi," ujarnya.

Setelah diperiksa dokter yang bertugas, WA dinyatakan positif COVID-19 dan tidak berselang lama WA pun meninggal dunia. Usai dinyatakan meninggal dunia jenazah WA langsung dikremasi.

Meski tidak bersentuhan secara langsung, petugas yang pernah kontak dengan perampok itu langsung menjalani isolasi.

"Kalau hasil swab anggota juga belum, sementara untuk penjaga dan penyidik yang cek kesana isolasi dulu sementara," ucap Arsya.