Tragis, Ratu Bulutangkis Terkaya Terkapar Diamuk Jagoan Dunia

Ridho Permana
·Bacaan 2 menit

VIVA – Turnamen Leg Asia telah digelar sepanjang Januari 2021. Sedikitnya ada tiga event yang diadakan di Bangkok, Thailand.

Tiga turnamen yang dilakoni para pebulutangkis dunia antara lain, BWF World Tour Super 1000 Thailand Open jilid 1 (12-17 Januari), BWF World Tour Super 1000 Thailand Open jilid 2 (19-24 Januari), dan BWF World Tour Finals 2020 (27-31 Januari).

Nasib tragis dialami ratu bulutangkis terkaya sejagat, Pusarla Venkata Sindhu. Ia hancur di tiga turnamen tersebut di tangan para jagoan dunia.

VIVA Bulutangkis merangkum, pada Thailand Open I Sindhu disikat wakil Denmark. Ia hancur di babak pertama di tangan Mia Blichfeldt lewat rubbergame.

Thailand Open II, Sindhu mulai memperbaiki kesalahan. Namun ia dihancurkan wakil tuan rumah Ratchanok Intanon pada perempatfinal dua game langsung.

Berlanjut ke BWF World Tour Finals 2020. Ia hancur dua kali di fase grup B dan hanya meraih sekali kemenangan.

Pada partai perdana, Sindhu dihabisi pemegang rangking 1 dunia tunggal putri, Tai Tzu Ying. Kala itu ia kalah lewat rubbergame.

Laga kedua, ia dihajar Ratchanok. Sindhu keok dua game langsung, dan baru bisa meraih kemenangan kala menghadapi Pornpawee Chochuwong dua game.

Meski menang di partai ketiga, tetap saja ia tak lolos ke semifinal dan harus mengakhiri langkah di BWF World Tour Finals.

Untuk diketahui, Sindhu meraih gelar Juara Dunia 2019. Ia juga dinobatkan oleh majalah Forbes sebagai atlet bulutangkis wanita terkaya.

Sepanjang 2019, Sindhu sudah mengantongi uang sebesar US$5,5 juta atau setara Rp78,1 miliar. Penghasilan Sindhu cukup mencengangkan.

Dari keringatnya di atas lapangan, Sindhu sebenarnya cuma mengantongi US$500 ribu atau senilai Rp7,1 miliar. Lonjakan penghasilan Sindhu paling besar adalah ketika mencapai final pertamanya di 2019 dalam ajang Indonesia Open.

Pemasukan terbesar Sindhu, justru berasal dari sponsor. Tercatat, Sindhu mengantongi uang dari sponsor hingga US$5 juta atau setara Rp71 miliar.

Dengan uang tersebut, Sindhu menempati posisi 13 atlet wanita terkaya versi Forbes. Penghasilannya setara dengan petenis America, Madison Keys.

“Sindhu masih menjadi atlet paling laris di India. Bintang bulutangkis India ini mendapatkan sponsor dari Bridgestone, JBL, Gatorade, Panasonic, dan lainnya. Dia menjadi wanita pertama yang memenangkan tur dunia BWF di 2018," begitu pernyataan Forbes dilansir Badminton Planet.

Sindhu mulai diperhitungkan di bulutangkis dunia setelah menyabet medali perak di Olimpiade 2016, Rio de Janeiro, Brasil. Itu menjadi kali pertama, atlet wanita India menyabet medali perak di Olimpiade.

Usai tampil di Rio, Sindhu mendapatkan berbagai bonus dari pemerintah India dan sponsor yang tertarik dengannya. Alhasil, standar nilai sponsor Sindhu naik drastis, melewati atlet cricket yang selama ini lebih populer di India.