Tragis, Siswa 14 Tahun di Jepang Tusuk Teman Sekolah

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Yatomi - Insiden tragis terjadi di sebuah SMP di kota Yatomi, Prefektur Aichi, Jepang. Siswa berusia 14 tahun menusuk temannya pada pagi hari dengan pisau dapur.

Polisi menyebut siswa itu merencanakan penusukan ini. Senjata yang dipakai adalah sebilah pisau dapur dengan panjang 20 sentimeter.

Menurut laporan Kyodo, Rabu (24/11/2021), insiden terjadi sekitar pukul 08.00 pagi. Korban bernama Yuzuki Ito yang akhirnya meninggal pada pukul 10.30.

Korban meninggal karena syok hemoragik.

Status korban dan pelaku adalah siswa kelas tiga. Mereka bukan teman sekelas, tapi mereka sempat satu kelas pada tahun lalu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pernah Satu SD

Bayangan dari pengendara sepeda yang mengenakan masker terlihat pada trotoar di Tokyo, Jepang, Senin (11/10/2021). Setelah sepenuhnya keluar dari keadaan darurat COVID-19, Jepang mulai secara bertahap melonggarkan langkah-langkah untuk membantu memulihkan ekonomi. (AP Photo/Kiichiro Sato)
Bayangan dari pengendara sepeda yang mengenakan masker terlihat pada trotoar di Tokyo, Jepang, Senin (11/10/2021). Setelah sepenuhnya keluar dari keadaan darurat COVID-19, Jepang mulai secara bertahap melonggarkan langkah-langkah untuk membantu memulihkan ekonomi. (AP Photo/Kiichiro Sato)

Salah satu guru lari menuju lokasi penusukan ketika terdengar suara jeritan. Guru itu berhasil menahan siswa yang menusuk temannya.

Polisi tiba di TKP ketika mendapatkan panggilan dari guru bahwa ada keribuatan antara dua murid.

Pihak sekolah belum memahami apa yang terjadi antara pelaku dan korban. Yang mereka ketahui adalah keduanya pernah satu SD.

Pada konferensi pers, kepala dewan sekolah, Takumi Okuyama, menyebut sedih pada situasi ini. Ia juga resah terhadap keadaan mental para murid yang menjadi saksi mata insiden itu.

Pelaku sudah mengakui kejahatannya pada polisi.

Dewan sekolah akan membentuk komite independen untuk mengetahui apa penyebab insiden itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel