TRAH, Proyek Kolaboratif Wima J-Rocks yang Fokus di Momentum Bersejarah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Swara Wimayoga alias Wima J-Rocks saat ini tengah disibukkan dengan kegiatan kolaborasi barunya di bidang musik, yaitu TRAH. Wima, menggandeng beberapa rekannya yang sevisi untuk bersama-sama mewujudkan ide dan gagasan berkarya. Mereka adalah Mahardhika Soekarno, Rizki M. H., Dimas Pandu serta Nanda Persada.

Bagi Wima serta juga rekan-rekan bandnya di J-Rocks, para personel TRAH ini bukan sosok yang asing. Bisa dibilang mereka adalah sekumpulan produser dan penulis lagu yang sudah berteman lama.

Mahardhika Soekarno khususnya, cucu dari tokoh proklamator sekaligus Presiden RI pertama, Ir. Soekarno tersebut sejak dulu memang seorang musisi di balik layar untuk beberapa musisi Indonesia, termasuk J-Rocks.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Nama

TRAH. (ist)
TRAH. (ist)

Nama TRAH sendiri bermakna ‘keturunan’ atau ‘anak bangsa’. Hal itu yang kemudian diputuskan sebagai nama untuk project musiknya ini.

“Kami mencari ide nama bahasa Indonesia yang punya arti bagus, namun jarang dipakai,” ujar Wima mengungkapkan asal-usul nama proyeknya itu.

Single Debut

TRAH, Proyek Kolaboratif Wima J-Rocks yang Fokus di Momentum Bersejarah. (YouTube 1945MF Records)
TRAH, Proyek Kolaboratif Wima J-Rocks yang Fokus di Momentum Bersejarah. (YouTube 1945MF Records)

Pada Agustus lalu, hasil brainstorming TRAH telah melahirkan sebuah single debut berjudul “Untuk Indonesia Raya”. Sebuah karya lawas yang diciptakan oleh Dimas Pandu dengan tema berbeda dan kemudian digubah notasi dan liriknya bersama TRAH pada 3 November 2020 lalu menjadi tema nasionalisme.

“Kami sepakat untuk tidak me-monetize video ini sebagai bentuk sumbangsih kami kepada negara," sambungnya.

Video Musik

TRAH, Proyek Kolaboratif Wima J-Rocks yang Fokus di Momentum Bersejarah. (YouTube 1945MF Records)
TRAH, Proyek Kolaboratif Wima J-Rocks yang Fokus di Momentum Bersejarah. (YouTube 1945MF Records)

Di video yang disutradarai Anggi Andriyana tersebut, beberapa lokasi bersejarah dan ikonik di Jakarta menjadi sentral pengambilan gambarnya. Di antaranya Bunderan HI, Gedung DPR, Museum Satria Mandala, Gelora Bung Karno dan Monumen Nasional.

Proses syuting video dikerjakan hanya dalam waktu dua hari, yaitu pada 15 dan 16 Agustus lalu, atau tepatnya sehari menjelang HUT RI dimana pada saat itu semua lokasi sudah clear area dan sudah terdekorasi oleh negara. Konsep videonya pun bahkan baru diputuskan pada 15 Agustus dini hari.

Libatkan Artis Lain

Selain itu, TRAH juga melibatkan teman-teman musisi yang sering tampil di konten kanal YouTube 1945 Studio untuk ambil bagian di scene video dan beberapa artis untuk mengisi suara dan tampil di video klip tersebut sebagai bentuk dukungan.

Di antaranya ada Guruh Soekarno Putra, para personel J-Rocks, Ipang Lazuardi, Buluk ‘Superglad’, Bagus ‘NTRL’ dan bahkan artis pelaku seni di luar dunia musik seperti Deny Sumargo, Astrid Tiar, Sarah Azhari, Deny Cagur dan masih banyak lagi.

“Lagu ‘Untuk Indonesia Raya’ itu lebih kepada menguatkan sesama untuk jangan menyerah dengan keadaan, dengan tetap bersatu tidak terpecah belah. Untuk selanjutnya kami menyiapkan lagu baru buat (tema) Sumpah Pemuda. Temanya lebih kepada menguatkan janji kita lagi di masa sekarang. Untuk generasi sekarang. Jadi kami tak ada tema cinta-cintaan. Hanya (tentang) cinta kepada negara,” urai Wima semangat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel