Transaksi Ecommerce Meningkat saat Musim Pandemi

Dian Lestari Ningsih, nurterbit
·Bacaan 2 menit

<p>VIVA – Electronic commerce atau Ecommerce saat ini makin populer digunakan masyarakat Indonesia saat bertransaksi keuangan. Terutama di musim pandemi Covid-19, untuk mengurangi kontak fisik saat jual beli.

Ecommerce sendiri adalah segala aktivitas jual beli yang dilakukan melalui media elektronik. Meskipun sarananya meliputi televisi dan telepon, kini ecommerce lebih sering terjadi melalui internet.

Demikian yang terungkap dalam acara webinar dengan tema "Memacu Lifestyle Halal Menuju Indonesia Sebagai Negara Rujukan Pusat Halal Dunia" ini digelar Rabu, 20 Januari 2021. Webinar ini diikuti pengurus dan anggota PWI, IKWI daerah se Indonesia serta sejumlah wartawan.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Pusat, berinisiatuf menggelar acara seminar virtual (webinar) memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2021. Webinar ini menghadirkan nara sumber : Rima Dwi Permatasari, Had of Dibanding Card Business, BNI Syariah.

Lutfi Adhiansyah, CEO PT Ammana Fintech Syariah. Afdhal Aliasar, Direktur Industri Produk Halal KNEKS. Moderator Kristopo, Ketua Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) dan MC Rabiatun Drakel. Hadir Ketua Umum IKWI Pusat Indah Kirana Atal Depari.

Menurut Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, sejak 20 tahun lalu ekonomi syariah sudah tumbuh dan banyak melibatkan pihak pers. Karena itu pemerintah juga mendorong untuk pengembangan ekonomi syariah ini.

"Indonesia termasuk sebagai pusat produk halal, sehingga masyarakat perlu didorong untuk memproduksi, menggunakan produk halal termasuk dalam gaya hidup halal. Kita berharap pengelola industri halal ikut berperan," kata Atal Depari saat memberi sambutan.

Sementara tiga narasumber lainnya, memaparkan produk halal dari masing-masing institusi yang mereka bidangi.

Rima Dwi Permatasari, Had of Dibanding Card Business, BNI Syariah, memperkenalkan kartu kredit Hasana Card berbasis syariah yang sudah dilaunching Bank BNI sejak 2010. Kartu ini memiliki fitur untuk kebutuhan nasabah dalam berbelanja konsumtif, modal usaha dan layanan tagihan.

Sementara Lutfi Adhiansyah, CEO PT Ammana Fintech Syariah, melihat bahwa peluang pasar melalui teknologi finansial berbasis syariah, masih sangat terbuka lebar di Indonesia. Terutama saat masa Pandemi Covid-19 sekarang ini. Dari 267 juta jiwa penduduk Indonesia, 43 persen di antaranya butuh talangan.

Sedang Afdhal Aliasar, Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), menjelaskan peran institusinya yang dilaunching presiden sejak 2019 yakni pengembangan ekonomi syariah Indonesia.

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah atau disingkat dengan KNEKS (dibaca: Ka eN E Ka Es) ini, adalah lembaga non-struktural (LNS) yang dipimpin oleh Presiden sebagai ketua dan Wakil Presiden sebagai Ketua Harian yang akan menjadikan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka Dunia tahun 2024.