Transaksi Hari BBI 2021 diproyeksikan lampaui Rp11,6 triliun

Kelik Dewanto
·Bacaan 2 menit

Pemerintah memproyeksikan transaksi pada Hari Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021 bakal melebihi transaksi tahun sebelumnya, yang mencapai Rp11,6 triliun, mengingat perhelatan tahun ini digelar lebih panjang yakni selama sembilan hari.

"Berkaca dari pelaksanaan Hari BBI pada 11-12 Desember 2020, yang mampu mencatatkan nilai transaksi sebanyak Rp11,6 triliun, maka pemerintah memproyeksikan Hari BBI kali ini, setidaknya menyamai catatan transaksi pada Hari BBI 11-12 Desember 2020 silam. Apalagi pelaksanaan program hari BBI tahun ini akan lebih panjang waktunya dibandingkan Hari BBI tahun lalu," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Oke menjelaskan dari hasil koordinasi Kementerian Perdagangan dengan kementerian/lembaga terkait serta beberapa platform e-commerce, disepakati mengubah program Hari Belanja Online Nasional 2021 menjadi Hari Bangga Buatan Indonesia (Hari BBI 2021), dengan mengambil tema utama "Semakin Bangga Buatan Indonesia".

Baca juga: Gernas BBI fokus tingkatkan kualitas produk UMKM lokal

Menurut Oke, awalnya pemerintah ingin memberikan subsidi berupa gratis ongkos kirim untuk Hari BBI 2021, namun ternyata sejumlah platform e-commerce telah mencanangkan program gratis ongkir tersebut untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri di tengah kebijakan peniadaan mudik.

Sehingga, pada penyelenggaraan Hari BBI 2021 ini, pemerintah dan pelaku usaha saling mendukung dan berbagi tugas dalam menjalankan peran masing-masing untuk mendorong konsumsi atau belanja produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam merayakan Idul Fitri.

"Pemerintah mengambil peran dengan berkampanye melalui berbagai media, sedangkan pelaku usaha menyediakan berbagai bentuk penawaran menarik seperti bebas ongkir dan program-program promosi belanja, untuk menarik minat belanja masyarakat," ungkap Oke.

Oke menambahkan, program tersebut menjadi penting dilakukan karena Indonesia berada di tengah pandemi COVID-19 sekaligus sedang berupaya membangkitkan perekonomian dari dampak pandemi.

Sehingga, kata Oke, belanja online menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mendukung kedua hal di atas.

Apalagi, kontribusi konsumsi dalam negeri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sangat signifikan mencapai hampir 60 persen dari PDB Indonesia (Data BPS).

"Di dalamnya, termasuk sektor perdagangan, dan gratis ongkir tentunya akan membantu mendorong peningkatan pergerakan ekonomi nasional khususnya sektor perdagangan," ujar Oke.

Dengan Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan gratis ongkir, pemerintah berharap bisa mengoptimalkan pergerakan Konsumsi yang dimanfaatkan oleh produk nasional, sehingga produk dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Baca juga: Blibli meriahkan BBI, dorong UMKM raih potensi bisnis
Baca juga: Kemenkop UKM: Transaksi belanja online tumbuh 26 persen selama pandemi