Transaksi Meningkat, Perdagangan Komoditas Berjangka Kopi Diperkuat

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyatakan bahwa PT Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX) telah melakukan kerja sama dengan Asosiasi Eksportir & Industri Kopi Indonesia (AEKI).

Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang perdagangan pasar fisik dan kontrak berjangka komoditi kopi. Tujuannya untuk meningkatkan transaksi kopi.

Kepala Bappebti Sidharta Utama menyampaikan, tingkat pertumbuhan transaksi kopi cukup signifikan. Hingga kuartal III 2020, volume transaksi kopi naik 63,06 persen dengan kontribusi kopi terhadap total volume transaksi mencapai 33,4 persen.

Total transaksi kontrak komoditi di kuartal III 2020 lalu tercatat sebesar 1,24 juta lot, dengan kontrak size kopi jenis Robusta sebesar 5 ton dan Arabika sebesar 2 ton. Tingkat harga saat ini yaitu Robusta di kisaran harga Rp19.700-Rp20.800/kg dan Arabica Rp68.000-Rp71.000/kg di JFX.

"Majunya industri ini akan mendorong berkembangnya sektor pendukung seperti perkebunan kopi, baik perkebunan kopi rakyat maupun perkebunan skala besar milik BUMN dan swasta nasional,” kata dia melalui siaran pers, Jumat, 9 April 2021.

Kerja sama ini diperkuat karena kopi dianggap dapat menjadi alternatif pembiayaan untuk menjaga ketersediaan kopi, memanfaatkan sarana lindung nilai (hedging), dan pembentukan harga. Selain itu juga dalam bidang edukasi untuk menciptakan pelatihan profesi kopi seperti barista.

Berdasarkan catatannya, International Coffee Organization mencatat, tingkat konsumsi kopi di Indonesia terus tumbuh hingga mencapai 5 juta bushel atau satuan 60 kg karung kopi pada 2020.

Indonesia merupakan salah satu negara produsen dan eksportir kopi terbesar dunia. Setiap daerah memiliki cita rasa kopi yang berbeda tergantung letak geografisnya. Seperti kopi dari daerah Gayo, Sumatra Utara, Toraja, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur hingga Papua.

Data areal kopi nasional pada 2018 tercatat seluas 1,23 juta hektare dengan produksi sebanyak 717,9 ribu ton. Kepemilikannya 96 persen perkebunan rakyat, sisanya sebesar 4 persen milik swasta dan PTPN.

"Luas areal perkebunan kopi terbesar di Indonesia terdapat di Sumatra Selatan dengan luas 21.027 ha. Menurut data Badan Pusat Statistik yang diolah Kemendag, Indonesia mengekspor 379 ribu ton dengan nilai US$821 juta pada 2020," ucapnya.