Transaksi Saham CPRO Sentuh Rp 1,3 Triliun di Pasar Negosiasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Transaksi saham PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) melonjak signifikan pada perdagangan Selasa (9/11/2021). Peningkatan transaksi saham CPRO itu terjadi di pasar negosiasi.

Mengutip data RTI, transaksi saham CPRO mencapai Rp 1,3 triliun di pasar negosiasi. Saham CPRO ditransaksikan di posisi harga tertinggi Rp 50 dan terendah Rp 5. Total frekuensi perdagangan saham CPRO 11 kali dengan volume perdagangan 268.708.366 saham.

Transaksi saham CPRO di PT Minna Padi Investama Sekuritas di pasar rengosiasi. Saham CPRO dijual investor asing Rp 960,5 miliar di pasar negosiasi. Total frekuensi perdagangan 4 kali.

Di pasar regular, pada perdagangan Selasa, 9 November 2021 pukul 14.34 WIB, saham CPRO tiba-tiba naik 4 persen ke posisi Rp 52 per saham. Saham CPRO ditransaksikan di posisi tertinggi Rp 61 dan terendah Rp 50 per saham. Total frekuensi perdagangan 31.186. Total volume perdagangan 303.073.318. Nilai transaksi harian Rp 1,5 triliun.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pukul 14.41 WIB, menguat 0,43 persen ke posisi 6.660,56. Indeks saham LQ45 melonjak 0,15 persen ke posisi 951.

Sebagian besar indeks acuan menghijau. Sebanyak 270 saham menguat sehingga angkat IHSG. Sementara itu, 233 saham melemah dan 165 saham diam di tempat. IHSG berada di level tertinggi 6.666 dan terendah 6.633.

Total frekuensi perdagangan 1.179.779 kali dengan volume perdagangan 50 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 12,5 triliun.

Pemegang saham Central Proteina Prima per 29 Oktober 2021 antara lain UOB Kay Hian-Madison Pacific Trust Ltd sebesar 22,71 persen, Leedon Capital Limited sebesar 18,01 persen, UOB Kay Hian sebesar 13,02 persen, Snow Lion Investment Limited sebesar 9,06 persen, PT Surya Hidup Satwa sebesar 6,48 persen, Benjamin Jiaravanon 6,18 persen, dan masyarakat sebesar 24,54 persen.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penutupan IHSG pada Sesi Pertama 9 November 2021

Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen.   (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa, 9 November 2021. IHSG menguat di tengah nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran 14.191.

Pada penutupan perdagangan, IHSG naik 0,28 persen ke posisi 6.650,57. Indeks LQ45 turun 0,08 persen ke posisi 949,76. Sebagian besar indeks acuan menguat.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.664,91 dan terendah 6.633,20. Sebagian besar indeks acuan bervariasi.

Sebanyak 310 saham menguat sehingga angkat IHSG. 187 saham melemah dan 169 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 810.000. Total volume perdagangan 41,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,9 triliun. Investor asing jual saham Rp 1,4 triliun di seluruh pasar.

Sebagian besar sektor saham menghijau. Indeks sektor saham IDXtransportasi melonjak 2,94 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXenergy menanjak 1,77 persen dan indeks sektor saham IDXtechno melonjak 1,21 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel