Transformasi Digital Bikin Struktur Organisasi Jadi Lincah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Dalam menerapkan transformasi digital, perusahaan di berbagai sektor industri membutuhkan jaringan, sistem, dan proses yang memadai agar tahap digitalisasi berjalan dengan lancar.

Transformasi digital bukan sekadar melakukan perubahan proses bisnis dari manual menjadi otomasi, dan bukan juga mengadopsi teknologi tercanggih untuk menggantikan teknologi yang sudah ada yang ketinggalan zaman.

Tapi lebih dari itu. Transformasi digital mengandung makna yang lebih dalam, yaitu mencakup perubahan pola pikir (mindset) yang diikuti dengan perubahan perilaku dari sumber daya manusia (SDM) itu sendiri.

Direktur Utama Petrosea Hanifa Indradjaya mengaku melanjutkan program transformasi digital secara keseluruhan pada tahun ini dengan membangun struktur organisasi yang lincah serta memanfaatkan perangkat digital untuk mendapatkan peluang usaha baru, pengembangan model bisnis baru, serta memperkuat kinerja operasional.

Selain itu, perusahaan tambang berkode emiten PTRO ini fokus mempercepat proses diversifikasi usaha di masa pandemi COVID-19, dengan menjalankan beberapa peluang bisnis di proyek mineral, seperti emas dan bauksit, serta memperkuat kapabilitas anak perusahaan di sektor pertambangan dan engineering, procurement, and construction (EPC).

"Kami juga melanjutkan strategi liability management yang efektif, di mana terjadi penurunan debt balance 22,71 persen yoy dan penurunan beban bunga 46,98 persen yoy, serta melanjutkan strategi cash management yang prudent demi mendukung implementasi strategi 3D," kata dia, Jumat, 30 Juli 2021.

Strategi 3D yang dimaksud yaitu diversifikasi, digitalisasi, dan dekarbonisasi. Poin-poin dalam strategi tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, sehingga implementasi strategi ini akan berdampak pada kinerja perusahaan di masa depan.

Hal itu pula yang membuat PTRO mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$11,76 juta pada semester pertama tahun ini, meningkat 29,80 persen dibandingkan dengan US$9,06 juta pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, total pendapatan Perusahaan juga meningkat 9,89 persen menjadi US$193,30 juta dari sebelumnya US$175,90 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba mayoritas dicapai melalui peningkatan kegiatan operasional di lini bisnis Kontrak Pertambangan (KP), di mana total volume overburden removal meningkat 26,82 persen yoy menjadi 58,02 juta dan coal production meningkat 25,49 persen yoy menjadi 15,95 juta ton.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel