Transformasi digital kunci bertahan selama pandemi COVID-19

Transformasi bisnis, utamanya dalam hal transformasi digital, menjadi keniscayaan bagi sebuah perusahaan di era digital agar bisa bertahan melalui pandemi COVID-19.

"Kemajuan teknologi, perubahan banyak aspek akibat pandemi, dan dominasi milenial di dunia kerja mengharuskan organisasi melakukan perubahan manajemen lebih baik lagi, baik dari aspek sumber daya manusia (SDM), teknologi, produksi, pemasaran, keuangan dan lainnya," kata Group Chief Editor SWA Kemal Effendi Gani dalam siaran pers diterima di Jakarta pada Kamis.

Majalah SWA mengadakan seleksi ajang "Indonesia Best Business Transformation Award 2022" yang menyoroti perusahaan-perusahaan yang berinovasi sehingga bisa bertahan di saat pandemi COVID-19.

Baca juga: WIR Group-APJII bawa kemajuan transformasi digital Indonesia di DEWG

Ada 18 perusahaan yang lolos sebagai finalis, di antaranya Darma Polimetal, Bank Mandiri, Bahtera Adi jaya , Perusahaan Listrik Negara, Pos Indonesia, Petrokimia Gresik, Pupuk Indonesia, Bank Maybank, Nojorono, Great Eastern Life, DV Medika dan Indocement.

Juri "Indonesia Best Business Transformation Award 2022" Elia Massa Manik mengatakan Pos Indonesia layak diapresiasi karena mampu mengubah model bisnis dengan lebih ekstrem, dan pendekatan pada customer menjadi kata kuncinya.

"Lebih dari itu, perusahaan pelat merah ini berhasil melakukan utilisasi seluruh aset yang terserak di seluruh Indonesia dengan program kolaborasi bisnis, serta menjalankan program digitalisasi yang masif sehingga layanan aplikasi digitalnya sudah setara dengan perusahaan besar lainnya. Cakupan layanan produknya juga menyasar pasar yang lebih luas. Tidak saja pada produk yang ada yang menjadi konsumsi masyarakat kecil, tapi juga penetrasi pada produk premium di segmen pasar high-end," kata Elia.

"Pos Indonesia melakukan turnaround terlebih dulu, setelah itu bertransformasi di dalam model bisnisnya. Manajemen Pos Indonesia luar biasa hebat karena hal ini tidak mudah. Ketika melakukan turnaround dari kondisi mau bangkrut sampai mulai bernapas, pada saat yang sama mereka membuat produk dan layanan yang baru," tambah Elia.

Sementara, PT Bahtera Adi Jaya melakukan transformasi dengan selalu menyentuh aspek pengelolaan SDM lebih dulu, setelah itu membenahi aspek lain.

“Kami meyakini bahwa transformasi harus dimulai dari SDM, baru kemudian bidang lain, agar efektif,” ujar Djwa Daniel Gunnar Hutomo, Business GM PT Bahtera Adi Jaya, perusahaan kimia swasta yang menjadi finalis dan menyabet predikat Good di ajang ini.

Untuk mengapresiasi perusahaan-perusahaan jempolan yang berhasil melakukan transformasi ini, SWA Media Group menghelat acara "Conference & Virtual Awarding Indonesia Best Business Transformation Award 2022" bertema "All-Out Business Transformation to Accelerate Business Growth".

Baca juga: Delegasi Tiongkok nilai isu DEWG G20 penting bagi ekonomi global

Baca juga: Digitalisasi sistem pendidikan penting untuk capai Indonesia Emas 2045

Baca juga: Menkominfo dorong peserta pameran ITF tingkatkan layanan