Transformasi Smart Grid Perlu Kolaborasi dengan Ekosistem

Merdeka.com - Merdeka.com - Transformasi digital terjadi di seluruh sektor, termasuk kelistrikan. Schneider Electric mengakui di sektor ini pun berlomba-lomba memanfaatkan teknologi digital. Lebih ekstrim, mulai beralih dari sumber energi fosil ke sumber energi terbarukan. Kombinasi ini, menurut Roberto Rossi Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste mampu mewujudkan electricity 4.0.

"Kombinasi elektrifikasi dan digitalisasi atau dikenal dengan istilah Electricity 4.0 merupakan cara tercepat untuk mencapai target emisi nol bersih," kata dia.

Meski begitu transformasi jaringan listrik pintar atau smart grid memiliki tantangan tersendiri. Adopsi teknologi digital yang hampir merata di seluruh sektor mulai dari bangunan & perumahan, industri, telekomunikasi dan transportasi mengubah mekanisme komunikasi dengan sistem jaringan listrik yang sebelumnya bersifat satu arah menjadi dua arah.

"Sistem kelistrikan semakin kompleks dan perlu terintegrasi, dan dikelola secara cerdas di tingkat lokal dan di tingkat jaringan distribusi, agar dapat berkomunikasi dengan sistem manajemen bangunan, stasiun pengisian daya kendaraan listrik, jaringan microgrid, dan lainnya," ungkap dia.

"Dengan begitu, operator sistem distribusi dapat memprediksi, memantau dan mengambil aksi dalam memastikan ketersediaan dan kebutuhan terpenuhi dengan baik, sekaligus memastikan aspek sustainability-nya," tambahnya melalui keterangan resmi, Rabu (16/11).

Oleh sebab itu, kata Rossi, sistem kelistrikan masa depan harus ditunjang dengan mitra teknologi yang berorientasi pada kesederhanaan (simplified), keterbukaan (open system), dan teknologi berbasis software (software-oriented technology). Tujuannya untuk memaksimalkan potensi sektor kelistrikan dalam mendukung kebutuhan masa depan baik dari sisi suplai maupun dampak lingkungan.

"Kemitraan terbaru Schneider Electric bersama PT PLN (Persero) adalah digitalisasi panel listrik di 5 wilayah yang dikelola oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Jaya," terangnya.

Dengan pemanfaatan Smart RMU dari Schneider Electric memungkinkan tim teknis PLN untuk melakukan kontrol jarak jauh terhadap performa panel, efisiensi waktu pemeliharaan, meningkatkan akurasi pembacaan arus dan tegangan panel serta meningkatkan keamanan staf teknis terhadap potensi kecelakaan kerja. [faz]