Transformasi Toko Kelontong Dulu dan Sekarang

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Tidak terlalu besar namun menjual beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako, makanan kecil, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya. Itu adalah gambaran warung atau toko kelontong yang banyak kita jumpai di lingkungan sekitar.

Sudah lebih dari 100 tahun, banyak pemilik rumah telah menyulap ruang kecil di depan rumahnya untuk berjualan kecil-kecilan.

Namun seiring perkembangan zaman, popularitas toko kelontong mulai tergerus dengan adanya minimarket atau toko swalayan.

Kemajuan teknologi pun membuat toko kelontong makin jarang dilirik masyarakat, dan alhasil, pendapatan pemilik toko kelontong pun berkurang.

Namun, tidak ada kata terlambat untuk membantu para pemilik toko kelontong. Sebagai pelanggan yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, kita dapat turut memajukan sekaligus mendukung kesejahteraan toko kelontong.

SRC.
SRC.

Dengan latar belakang tersebut, pada 9 Mei 2008 PT SRC IS mulai berkomitmen untuk turut memajukan toko kelontong yang juga merupakan bagian dari Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia. SRC adalah Toko Kelontong Masa Kini yang tergabung dalam program kemitraan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS).

Tujuan SRC hadir di tengah masyarakat tentunya untuk meningkatkan daya saing UMKM toko kelontong melalui pendampingan usaha yang berkelanjutan. Membawa visi 'Jadi Lebih Baik' SRC terjun langsung ke lapangan untuk membangun jaringan ritel tradisional terbesar di Indonesia.

Sambut Era Digitalisasi, Ini Cara SRC Bangun Toko Kelontong Masa Kini

Slogan SRC, yaitu Dekat, Hemat, dan Bersahabat.
Slogan SRC, yaitu Dekat, Hemat, dan Bersahabat.

Dengan perkembangan teknologi yang bergerak secara dinamis, SRC menyadari betapa pentingnya untuk menjaga jalur perdagangan tradisional Indonesia di era transformasi digital ini.

Oleh karena itu, SRC hadir untuk mendampingi dan turut membawa semua pelaku perdagangan tradisional Indonesia untuk terus berkembang di era ekonomi digital, dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM.

Awalnya, SRC menggandeng 57 toko kelontong sederhana di Kota Medan untuk terus berkembang menjadi lebih baik. Melalui semangat kebersamaan, SRC pun menjadi Komunitas Toko Kelontong Masa Kini terbesar dengan lebih dari 130.000 toko kelontong yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Ditambah lagi dengan adanya Paguyuban SRC yang saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, kami percaya bahwa kami dapat membantu meningkatkan daya saing toko kelontong dan berkontribusi memajukan UMKM, demi Indonesia yang lebih baik.

Keunggulan Toko Kelontong SRC

SRC.
SRC.

Sesuai dengan slogan SRC, yaitu Dekat, Hemat, dan Bersahabat, toko kelontong SRC hadir di lingkungan sekitar tempat tinggal kita dengan 130.000 SRC tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Perkembangan toko-toko kelontong tersebut dari sebuah toko kelontong biasa menjadi Toko Kelontong Masa Kini atau SRC tentunya tidak akan berhasil tanpa dukungan dari Mitra SRC. Mereka adalah pedagang grosir yang memasok produk ke toko kelontong SRC atau ritel lainnya. Hadirnya Mitra SRC semakin memudahkan pengadaan kebutuhan toko untuk para pemilik toko kelontong SRC.

Nah, selama 13 tahun hadir, SRC pun terus berinovasi dan tak hentinya menawarkan berbagai program menarik untuk para pelanggannya.

Salah satu inovasi yang ditawarkan SRC adalah aplikasi AYO SRC yang memudahkan toko kelontong untuk membeli kebutuhan warung tanpa perantara, dimana pembelian dilakukan secara online. Melalui AYO SRC, kini toko kelontong dapat melakukan pemesanan berbagai produk kebutuhan dari mitra SRC dengan lebih mudah dan efisien.

Aplikasi Ayo Kelontong dari SRC.
Aplikasi Ayo Kelontong dari SRC.

Oh ya, jika dulu toko kelontong hanya menjual sebatas sembako dan jajanan ringan, kini toko kelontong SRC mampu memenuhi kebutuhan berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari kebutuhan pokok hingga produk digital, seperti pembayaran PLN, PDAM, pulsa, internet, dan lainnya.

Nah jika sebelumnya kita melihat dari sudut pandang si penjual atau pemilik toko kelontong SRC, bagaimana dengan kita sebagai konsumen toko kelontong SRC? Keuntungan apa saja yang didapatkan selama ini?

Hal yang paling utama adalah tersedianya kebutuhan secara lengkap dengan harga terjangkau. Selain itu, kita juga dapat melihat lokasi SRC terdekat yang ada di sekitar tempat kita tinggal melalui aplikasi Ayo Kelontong.

Lewat aplikasi Ayo Kelontong, kita bisa semakin nyaman berbelanja, apalagi dengan hadirnya fitur Pesan Antar yang akan membantumu berbelanja tanpa harus keluar rumah.

13 Tahun Kembali ke Kelontong

13 Tahun Kembali ke Kelontong.
13 Tahun Kembali ke Kelontong.

Tanpa terasa, SRC sudah membantu belasan ribu UMKM di Indonesia melalui ekosistem digital, yaitu Toko Kelontong Masa Kini. Ya, SRC berhasil membawa perubahan dari yang kecil hingga yang besar.

Dengan mengajak semua masyarakat untuk bergerak dan berkontribusi untuk UMKM di Indonesia agar #DekatBerdampak, SRC terus berkembang tanpa henti. Bahkan selama 13 tahun berdiri, 13 ribu toko kelontong masih eksis dan berkembang di tengah masyarakat.

Salah satu contoh bentuk dukungan untuk membawa UMKM toko kelontong adalah kerja sama SRC dengan ilustrator Hari Merdeka. Bentuk dukungannya adalah dengan menghadirkan tas belanja ramah lingkungan.

Tas belanja ini menjadi simbol transformasi dan kolaborasi sehingga perkembangan toko kelontong bisa terus menjadi tradisi namun tetap dapat melangkah maju, membawa perubahan dan kesempatan baru bagi banyak orang.

Bu Rotua yang berjualan baju dengan cara berkeliling dari gang ke gang setiap pagi dan sore hari di daerah Kalibaru.
Bu Rotua yang berjualan baju dengan cara berkeliling dari gang ke gang setiap pagi dan sore hari di daerah Kalibaru.

Tak hanya itu saja, SRC bekerja sama dengan Kitabisa untuk membantu UMKM #BiarUsaha. Lewat donasi yang dikumpulkan, masyarakat bisa ikut serta membantu saudara-saudara yang membutuhkan bantuan dana agar usahanya berjalan lancar, demi menyambung hidupnya.

Salah satunya adalah Bu Amnah yang bertahun-tahun mencari rezeki dari mengais sampah dan kini menjadi pengepul. Mimpi besar Amnah adalah membeli tanah dan membangun rumah agar rumah yang ditempatinya sekarang bisa sepenuhnya dijadikan tempat usaha.

Ada juga Bu Rotua yang berjualan baju dengan cara berkeliling dari gang ke gang setiap pagi dan sore hari di daerah Kalibaru. Bu Rotua memulai usaha berjualan baju karena suaminya mengalami musibah dalam pekerjaannya. Tidak mudah baginya, namun ia tetap semangat dan tekun menjalaninya agar bisa membantu menghidupi keluarganya.

Bu Rotua dan Bu Amnah adalah dua dari sekitar 9600 ibu yang kurang mampu, yang menjadi anggota Koperasi Kasih Indonesia (KKI), sebuah organisasi yang memberdayakan ibu-ibu dari keluarga kurang mampu dengan memberikan pendampingan berupa modal usaha, pelatihan, dan pembiasaan menabung.

Lewat program #BiarUsaha ini, SRC menunjukkan komitmennya untuk menjadi bagian dari dan turut mendukung UMKM, apapun bentuk usahanya. Saatnya kita juga ambil bagian dalam mendukung UMKM Indonesia dan berbagi kasih dengan sesama.

Nah, dengan belanja di SRC artinya kita bergerak dan berkontribusi untuk UMKM Indonesia dan #DekatBerdampak. Yuk, #KembalikeKelontong karena toko kelontong sekarang makin kekinian!

(Adv)