Transgender Bisa Hamil hingga Nagita Slavina Pakai Baju Rp100 Ribuan

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 3 menit

VIVA – Lucinta Luna yang mengaku tengah berbadan dua memantik pertanyaan publik, apakah wanita transgender seperti dia, benar-benar bisa hamil?

Artikel mengenai penjelasan ini, ternyata mengundang penasaran banyak orang hingga menjadi yang paling banyak dibaca, khususnya di kanal Lifestyle VIVA.

Selain berita tersebut, masih ada 4 berita lain yang masuk dalam jajaran terpopuler yang tidak kalah menarik untuk dibaca. Berikut 5 Berita Terpopuler di kanal Lifestyle VIVA, edisi Senin 3 Mei 2021.

1. Apakah Wanita Transgender Bisa Hamil?

Kehamilan adalah sebuah berkah luar biasa bagi seorang wanita. Namun, akhir-akhir ini muncul pertanyaan, apakah wanita transgender bisa hamil?

Dilansir dari laman Medical News Today, Senin, 3 Mei 2021, siapa pun yang memiliki rahim dan ovarium bisa hamil dan melahirkan. Sedangkan orang yang terlahir sebagai pria dan hidup sebagai pria tidak bisa hamil.

Baca selengkapnya di sini.

2. Nagita Slavina Pakai Baju Rp100 Ribuan, Penampilannya Mengejutkan

Nagita Slavina bisa dibilang memiliki hampir semua barang branded dan mahal. Apapun item fesyen yang dia kenakan selalu bernilai fantastis. Sekali pakai, kalau dihitung from head to toe, penampilannya bisa mencapai miliaran rupiah. Hal ini dikarenakan dia memakai pakaian, sepatu, tas branded, perhiasan mahal dan pernak-pernik yang tak diduga harganya.

Namun ketika mengenakan pakaian yang hanya bernilai seratus ribuan saja, tetap saja penampilan Nagita tampak mengejutkan. Momen ini terlihat dalam kanal Youtube Rans Entertainment berjudul Wow!!! Nagita Beli Baju Seratus Ribuan Hasilnya Mengejutkan yang tayang pada tanggal 1 Mei 2021.

Baca selengkapnya di sini.

3. Kenali Tanda dan Gejala COVID-19 Telah Mengenai Paru-paru

Gelombang kedua dari virus corona berdampak pada orang-orang yang lebih muda secara lebih mendalam. Dari apa yang semakin banyak disaksikan, virus semakin kuat dalam pendekatannya dan menyerang organ-organ vital, dan bagi banyak orang, itu dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Infeksi paru-paru dan kerusakan paru, misalnya, semakin terlihat dan membuat orang sangat membutuhkan dukungan penting, termasuk terapi oksigen. Sesuai temuan yang diamati di India dan di luar, strain mutan SARS-COV-2 dapat menyebabkan hingga 25% kerusakan paru-paru pada pasien bahkan di hari-hari tanpa gejala.

Baca selengkapnya di sini.

4. Kolom Prof Tjandra: Perkembangan Harian COVID-19 di India

Seperti yang banyak dicemaskan maka kasus COVID-19 di India masih terus meningkat. Dalam beberapa hari terakhir ini kasusnya India sudah melewati 400 ribu orang dalam seharinya, walaupun pada 1 April angkanya sedikit turun menjadi 392 ribu. Pemerintah India terus melakukan berbagai upaya penanggulangan, dan tentu belum ada yang tahu pasti bagaimana perkembangannya dalam hari-hari mendatang ini.

Memang ada prediksi modelling dari beberapa pihak termasuk “Indian Council of Medical Research (ICMR)” bahwa gelombang ke dua serangan COVID-19 di India sekarang ini akan mencapai puncaknya pada minggu pertama atau minggu ke dua bulan Mei ini. Tetapi sebagaimana tehnik modelling epidemiologi maka tentu ada beberapa keterbatasan, khususnya karena masih ada berbagai variabel yang masih belum pasti perkembangannya (“uncertainty”).

Baca selengkapnya di sini.

5. Pemerintah Siapkan Kebijakan Bebas Ongkir, Catat Tanggalnya

Pemerintah memberlakukan larangan mudik Idul Fitri 2021 mulai 6 Mei 2021. Pelarangan mudik ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 semakin meluas.

Di tengah adanya larangan mudik, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan subsidi ongkos kirim bagi masyarakat yang melakukan belanja online, melalui e-commerce di Hari Belanja Online atau Harbolnas 2021, yang jatuh H-10 Lebaran.

Baca selengkapnya di sini.