Transisi Energi untuk Ciptakan Ekosistem Bisnis KAI Lebih Baik

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) meresmikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau Solar Panel yang dipasang di Stasiun Gambir dan Jakarta Railway Center (JRC). Pemasangan Solar Panel tersebut sebagai upaya transisi energi yang dilakukan KAI untuk mengurangi penggunaan energi listrik fosil.

Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha, Sandry Pasambuna mengatakan di momen ulang tahun ke 77, KAI ingin turut serta menghijaukan Indonesia melalui Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan memanfaatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) untuk suplai energi listrik di berbagai aset KAI. Dia menerangkan, langkah ini juga dilakukan untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih baik dan berkelanjutan.

"Implementasi Solar Panel di stasiun dan kantor KAI ini merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-77 KAI yang bertema Bangkit Lebih Cepat, Melayani Lebih Baik," ujarnya.

Sandry menjelaskan PLTS yang dipasang di Stasiun Gambir tersebut menggunakan Solar Panel kapasitas 40.5 kWp. Dengan itu, KAI dapat menghemat penggunaan listrik hingga 6,75 persen dengan asumsi tangkapan energi sinar matahari secara optimal harian selama 4 jam dari pukul 10.00 sampai dengan 14.00.

Listrik yang dihasilkan nantinya juga akan digunakan setiap harinya di stasiun Gambir untuk berbagai kebutuhan seperti pencahayaan, pendingin ruangan, sound system, dan berbagai peralatan elektronik yang digunakan untuk fasilitas penumpang serta kepentingan operasional kereta api lainnya.

Tak ketinggalan dia menambahkan, KAI mempunyai rencana untuk pemasangan solar panel lainnya di berbagai aset KAI untuk semakin mengefisiensi penggunaan energi.

"Ke depannya, KAI akan meningkatkan daya dari Solar Panel tersebut dan menambah lokasi pemasangannya pada aset-aset KAI lainnya secara bertahap. Sehingga akan terjadi efisiensi dalam penggunaan dan pengendalian energi bangunan serta penggunaan EBT dapat semakin meluas di seluruh wilayah kerja KAI," tutupnya.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah [azz]