TransJakarta buka layanan Mikrotrans baru Tanah Merdeka-Pulogebang

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta bidang transportasi, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) membuka layanan baru Mikrotrans rute Terminal Tanah Merdeka-Pulogebang (JAK 110).


Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TransJakarta, Anang Rizkani Noor mengatakan penambahan rute layanan yang sudah mulai melayani masyarakat sejak Selasa kemarin.

Baca juga: DKI gelontorkan subsidi BBM untuk TransJakarta sebesar Rp62,1 miliar


"Ini seiring dengan target TransJakarta memperluas jangkauan layanan hingga 95 persen di 2022," ucap Anang di Jakarta, Kamis.


Pembukaan rute Mikrotrans terbaru itu, lanjut Anang, diharapkan semakin mempermudah mobilitas masyarakat.


"Baik sebagai pengumpan maupun moda transportasi sehari-hari," ujarnya.


Anang menambahkan terdapat 30 unit Mikrotrans yang dioperasikan untuk melayani rute baru ini.


Untuk menikmati layanan Mikrotrans tersebut, pelanggan tidak akan dikenai biaya alias gratis, namun tetap diwajibkan untuk melakukan aktivitas transaksi pada "scanner" kartu uang elektronik yang ditempel pada bus.


"Bagi pelanggan yang ingin menikmati layanan tersebut diwajibkan melakukan tap in dan tap out pada alat Tap on Bus (TOB) di dalam armada dengan tarif Rp0," katanya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menggelontorkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk TransJakarta sebesar Rp62,1 miliar, menyusul kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Baca juga: TransJakarta ganti dua direksi dan tunjuk dua komisaris baru

"Tentu akan ditambah biaya subsidinya," Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo saat menghadiri peresmian hunian DP nol rupiah di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.

Pihaknya sudah menghitung besaran subsidi BBM kepada TransJakarta tersebut setelah ada kenaikan harga BBM bersubsidi.

Syafrin menambahkan pihaknya akan otomatis langsung mengalokasikan tambahan subsidi itu dari anggaran kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO).

Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI, dana PSO transportasi umum pada 2019 mencapai Rp3,1 triliun dan meningkat pada 2022 menjadi Rp3,5 triliun.

Pada 2022, besaran PSO untuk transportasi umum di DKI mencapai sekitar Rp4 triliun dengan alokasi paling besar TransJakarta sekitar Rp3,2 triliun, MRT sekitar Rp600 miliar dan LRT Jakarta sekitar Rp200 miliar.

Dengan alokasi subsidi BBM kepada TransJakarta itu, Pemprov DKI tidak menaikkan tarif angkutan umum yang sudah terintegrasi dengan JakLingko.

Baca juga: TransJakarta tutup sementara 13 halte mulai Minggu hingga Selasa