TransJakarta klaim angka kecelakaan bus menurun sejak tahun 2020

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mengklaim angka kecelakaan yang melibatkan bus TransJakarta terus menurun sejak tahun 2020.

"'Accident rate' TransJakarta mengalami penurunan di dua tahun terakhir, termasuk pada tiga kuartal di 2022," kata Direktur Operasional dan Keselamatan PT TransJakarta, Yoga Adiwinarto saat diwawancarai di Menteng, Jakarta, Selasa.

Yoga mengatakan, tingkat kecelakaan (accident rate) diukur berdasarkan setiap 100.000 kilometer (km) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum.

Yoga menjelaskan, pada tahun 2020 angka kecelakaan TransJakarta menurun mencapai angka 1,82 persen pada 2020 dan turun menjadi 0,51 persen pada 2022.

"'Accident rate' rata-rata mengalami penurunan dari 2,68 persen di 2019, turun ke 1,82 persen di 2020, turun 0,78 persen bahkan sampai 0,51 persen di tahun 2022 angka kecelakaan," katanya.

Baca juga: TransJakarta buat pelatihan khusus pengemudi untuk kurangi kecelakaan

Baca juga: TransJakarta kerahkan ribuan petugas untuk antisipasi kasus pelecehan

Meski angka kecelakaan yang terus menurun, tetapi TransJakarta akan terus mengupayakan agar angka kecelakaan tersebut menjadi nol.

Yoga juga mengakui, saat ini masih ditemukan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus TransJakarta. Hal itu disebabkan semakin banyaknya armada bus TransJakarta yang beroperasi.

"Ketika jumlah bus bertambah, jumlah rute-nya bertambah, terus juga jumlah kilometer tempuh bertambah, yang bertambah berarti apalagi? Risiko atau probabilitasnya," katanya.

Dalam hal ini, semakin banyaknya bus atau armada yang berjalan, maka semakin besar juga risiko kecelakaan lalu lintas.
Baca juga: TransJakarta operasikan 10 bus "pink"