Transjakarta Sebut Bus yang Kecelakaan di Jalan MT Haryono Layak Operasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyatakan, bus yang terlibat kecelakaan di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur pada Senin 25 Oktober 2021 masih layak beroperasi. Hal tersebut berdasarkan laporan PT Transjakarta yang dipaparkan dalam rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta.

"Kendaraan tersebut (BMP-240) sebelum beroperasi dinyatakan layak operasi," demikian laporan tersebut, Rabu (27/10/2021).

Bus BMP-240 yang terlibat kecelakaan, telah mendapatkan perawatan terjadwal dan tidak terjadwal yang sesuai dengan pedoman perawatan dari agen pemegang merek (APM). Untuk kegiatan perawatan terakhir kendaraan tersebut dilakukan pada 5 Oktober 2021.

Kemudian, sopir bus Transjakarta BMP-240 yang meninggal tersebut memiliki SIM B2 umum dan sertifikasi pengemudi dari BNSP yang masih berlaku.

Lalu, Transjakarta juga mengatakan pihaknya mendorong pengecekan unit yang lebih intensif terhadap komponen mesin bus yang berhubungan dengan keselamatan dalam satu minggu ke depan. Seperti halnya ban, rem, dan perlengkapan keselamatan lainnnya.

"Upaya mitigasi dan perbaikan, melakukan pembaharuan prosedur dalam SOP terkait pengecekan kesehatan pengemudi sebelum beroperasi," demikian laporan Transjakarta.

Dua Orang Meninggal

Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan bus Transjakarta di Halte Harmoni, Jakarta, Selasa (16/6/2020). Seiring masa PSBB Transisi, PT Transjakarta menambah waktu operasional dari pukul 05.00-22.00 WIB untuk umum dan hingga 24.00 WIB untuk petugas kesehatan. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan bus Transjakarta di Halte Harmoni, Jakarta, Selasa (16/6/2020). Seiring masa PSBB Transisi, PT Transjakarta menambah waktu operasional dari pukul 05.00-22.00 WIB untuk umum dan hingga 24.00 WIB untuk petugas kesehatan. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Sebelumnya, dua bus Transjakarta terlibat tabrakan di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur pada Senin pagi, 25 Oktober 2021.

Kasi Laka Lantas Polda Metro Jaya Komisaris Eko Setio Budi Wahono mengatakan, kecelakan terjadi di jalur Transjakarta persis di dekat Indomobil Nissan Datsun MT Haryono.

Eko menjelaskan penyebab kecelakaan terjadi lantaran salah satu sopir Transjakarta diduga mengantuk saat mengemudikan kendaraan. Sehingga, menabrak kendaraan di depannya yang tengah berhenti.

Kecelakaan tersebut merenggut dua korban jiwa. Sedangkan 37 lainnya luka-luka.

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) pun menyatakan siap memberikan pendampingan maksimal bagi para korban.

"Dalam proses penanganan di lapangan, kami berkoordinasi langsung dengan pihak Polda Metro Jaya. Petugas kami terus mendampingi korban, baik dari proses evakuasi hingga penanganan di rumah sakit dan memastikan mereka mendapatkan pelayanan terbaik," ujar Direktur Operasional PT Transjakarta Prasetia Budi dalam keterangannya, Senin 25 Oktober 2021,

Polisi Analisis CCTV

Dua armada bus Transjakarta (TJ) bertabrakan di Jalur Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur. 37 orang alami luka-luka dan 2 meninggal akibat kecelakaan tersebut. (Istimewa)
Dua armada bus Transjakarta (TJ) bertabrakan di Jalur Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur. 37 orang alami luka-luka dan 2 meninggal akibat kecelakaan tersebut. (Istimewa)

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya masih menginvestigasi penyebab tabrakan beruntun dua bus Transjakarta di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur. Salah satunya dengan menganalisis rekaman CCTV.

"Nanti kami pelajari CCTV yang ada di dalam Transjakarta kan ada CCTV di depan dan belakang termasuk CCTV sekitar TKP bagaimana proses terjadinya, dan kecepatannya karena harusnya jelang halte ada SOPnya," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Kantor Subdit Bin Gakkum.

Sambodo mengatakan, penyelidikan kasus tabrakan beruntun dilakukan secara mendalam termasuk menggali potensi human error.

Menurut dia, pihak kepolisian tidak hanya fokus pada kecelakaan lalu lintas semata, tapi agar pihak terkait melakukan evaluasi sistem kerja bus Transjakarta, supaya kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari.

"Kenapa dia ngantuk, kapan dia terakhir beristirahat, bagaimana sistem kerjanya, diberikan kesempatan tidak driver-nya istirahat, kita akan teliti semuanya," ujar Sambodo.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel