Transaksi di ISEF 2020 Selama 55 Hari Capai Rp5,03 Triliun

Siti Ruqoyah, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng mengatakan, selama 55 hari gelaran Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF) ke-7 dari 7 Agustus sampai 31 Oktober 2020, transaksi yang tercatat mencapai senilai Rp5,03 triliun.

Sugeng pun merinci, transaksi itu antara lain terdiri dari kesepakatan pembiayaan, komitmen transaksi business to business, transaksi ritel business to consumer, dan komitmen wakaf produktif.

"Pandemi COVID-19 tidak menyurutkan semangat penyelengaraan ISEF secara virtual. Hal tersebut justru memberikan hidayah dan optimisme penciptaan peradaban baru, yaitu peradaban digital," kata Sugeng dalam telekonferensi di closing ceremony ISEF 2020, Sabtu 31 Oktober 2020.

Sugeng menyampaikan, sebagaimana ditegaskan Presiden Jokowi, ISEF 2020 diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, sebagai sumber baru pertumbuhan nasional.

Hal itu diharap mampu untuk mendukung perwujudan Indonesia maju, dan menjadi salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia.

Sugeng menambahkan, saat penyelenggaraannya yang ke-7 ini, ISEF 2020 telah mendapatkan rekognisi sebagai salah satu kegiatan utama yang berskala internasional.

"Yang telah menjadi integrator strategis (strategic integrator), pertemuan dan kesepakatan berbagai pihak, dan tidak kalah pentingnya sebagai sarana efektif peningkatan literasi dan pengetahuan masyarakat luas terhadap ekonomi dan keuangan syariah," ujarnya.

Diketahui, dengan mengangkat tema 'Pemberdayaan bersama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah melalui mata rantai industri dan ekonomi halal untuk kesejahteraan umat dunia', ISEF 2020 merupakan hasil sinergi Bank Indonesia dengan Kementerian dan Lembaga anggota Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Hal itu juga merupakan buah koordinasi dengan para stakeholder terkait, seperti misalnya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI), Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan lain sebagainya.

Rangkaian kegiatan ISEF 2020 ini terdiri dari 211 kegiatan yang dilakukan secara virtual, diikuti oleh 777 pelaku usaha, 165 desainer dan 2.551 peserta kompetisi. Animo masyarakat untuk mengikuti rangkaian kegiatan ISEF 2020 juga sangat besar, dengan jumlah pengunjung/peserta sebanyak ± 431 ribu, meningkat jauh dibandingkan penyelenggaraan ISEF 2019 yang diikuti oleh ± 40 ribu pengunjung/peserta.