Transmisi Skuter Matik Getar, Coba Cek Dulu Komponen Ini

Pius Yosep Mali
·Bacaan 1 menit

VIVASkuter matik alias skutik kini menjadi kendaraan bermotor roda dua yang populer bagi masyarakat. Buktinya, jenis ini mendominasi penjualan sepeda motor di Indonesia hingga lebih dari 80 persen, dan sisanya merupakan jenis sport dan bebek.

Cara berkendaranya yang praktis, membuat skutik menjadi pilihan tepat, terutama untuk pengguna di jalur lalu lintas padat. Pengendara hanya perlu memuntir grip gas ketika melajukan motornya, dan menekan tuas rem saar berhenti.

Pada skuter matik, tenaga dari mesin disalurkan ke roda melalui sistem transmisi CVT atau Continuously Variable Transmission. Artinya, pengendara tak perlu lagi repot untuk menekan pedal transmisi di sisi kiri, seperti jenis kendaraan bermotor roda dua lainnya.

Melansir dari 100KPJ, Senin 4 Januari 2020, ada beberapa komponen CVT yang perlu diperhatikan dan dicek secara berkala. Ini untuk memastikan skutik bisa melaju dengan baik, selain itu guna mencegah kerusakan lebih parah di sistem transmisi itu.

Pertama, cek kondisi roller di dalam transmisi. Seiring pemakaian, kondisi roller yang semula berbentuk bulat, bisa berubah menjadi peyang. Jika mengalami hal tersebut, skutik akan terasa bergetar saat awal melaju, serta ada bunyi berisik dari sisi kiri (CVT).

Selain itu, cek kondisi sabuk karet atau V-belt yang memiliki peran untuk meneruskan putaran dari pulley transmisi ke as roda belakang. Berbeda dengan rantai yang bisa terlihat dengan mata, posisi sabuk itu ada di dalam blok CVT. Jika komponen itu putus, akan sangat merepotkan pengendara.

Kampas kopling pada motor matik ini memiliki bentuk unik, sekilas mirip dengan rem tromol. Komponen ini pun perlu mendapat pengecekan rutin dari penggna sepeda motor. Hindari juga melakukan pengereman mendadak saat berkendara, karena dapat memicu timbulnya kerusakan pada komponen ini.