Transplantasi Kepala hingga Zombie Anjing, Ini 10 Eksperimen Paling Mengerikan

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta - Banyak yang akan berpikir tentang teori konspirasi, mulai dari keberadaan tentara super hingga hewan yang bermutasi.

Tentu saja, saat keluar dari dunia film dan komik horor, Anda akan segera mengetahui bahwa pemerintah tidak memiliki anggaran untuk mendanai program fiktif semacam itu.

Jarang sekali ada "ilmuwan gila" yang minta uang dengan sungguh-sungguh untuk melakukan eksperimen gila.

Meskipun demikian, ada beberapa ilmuwan cerdas yang berhasil meyakinkan pejabat tinggi suatu negara untuk mensponsori beberapa proyek gila yang akhirnya membingungkan semua orang.

Seperti dikutip dari laman Listverse.com, Rabu (3/2/2021) berikut 10 eksperimen pemerintah yang paling mengerikan:

1. Spy Cat Amerika Serikat

Ilustrasi mata. (dok. Bacila Vlad/Unsplash.com)
Ilustrasi mata. (dok. Bacila Vlad/Unsplash.com)

Ini bercerita tentang spionase pada tahun 1960-an, selama Perang Dingin AS dan Uni Soviet.

Unit Intelijen Pusat AS, CIA, menyia-nyiakan 10 juta dolar atau sekitar 1,4 miliar rupiah untuk melatih spy cat atau kucing mata-mata.

Dalam proyek yang menakutkan ini, CIA menanamkan alat pendengar, antena di ekor dengan maksud memenangkan perang mata-mata dengan segala cara, namun lebih banyak drama yang muncurl pada perang spionase yang mahal itu.

CIA untuk mendandani seekor kucing, bernama Acoustic Kitty.

Kucing malang itu meluncur di bawah taksi yang melaju kencang dan mati.

Menariknya lagi, pemerintah tidak memberi tahu orang Amerika tentang Acoustic Kitty hingga tahun 2001, ketika pemerintahan Clinton akhirnya merilis dokumen rahasia tersebut.

2. Transplantasi Kepala

ilustrasi operasi | pexels.com/@shvetsa
ilustrasi operasi | pexels.com/@shvetsa

Anda mungkin akan tahu tentang film fiksi ilmiah mengerikan yang menampilkan kepala tanpa tubuh yang hidup.

Terdengar sangat mustahil namun pemerintah telah mendanai program menyeramkan seperti itu ke petugas medis.

Seorang dokter akhirnya melakukan transplantasi organ manusia, yang pertama adalah transplantasi ginjal. Para ahli kemudian menyarankan kemungkinan transplantasi kepala di masa depan.

Benar saja, pada tahun 1908, ahli bedah AS Charles Guthrie berhasil mencangkokkan kepala anjing ke leher anjing lain, semuanya didanai oleh pemerintah.

Kemudian, pada tahun 1951, Vladimir Demikhov, seorang ahli bedah Soviet, mencoba melakukan transplantasi tubuh bagian atas anjing.

Menanggapi pekerjaan Demikhov, pada pertengahan 1960-an, pemerintah AS mendanai proyek ahli bedah saraf terkenal Robert J. White. Dr. White yang berusaha bereksperimen dengan mentransplantasikan otak anjing dan monyet hewan lain.

Akhirnya, pada tahun 1970, Dr. White berhasil mencangkokkan kepala monyet rhesus yang masih hidup ke tubuh monyet tanpa kepala lainnya.

3. Perang Biologis Jepang

Ilustrasi bendera Jepang (AFP/Toru Yamanaka)
Ilustrasi bendera Jepang (AFP/Toru Yamanaka)

Pasukan Unit 731 atau Unit Khusus Angkatan Darat Kekaisaran Jepang melakukan kekejaman mengejutkan yang disamarkan dengan cerdik sebagai eksperimen ilmiah.

Pada 1984, pemerintah Jepang akhirnya mengakui bahwa para peneliti yang didanai negara telah melakukan eksperimen keji terhadap manusia. Negara percaya bahwa eksperimen ini akan membantu Jepang mempersiapkan kemungkinan perang terhadap kuman.

Sebuah tim bernama Unit 731 pertama kali didirikan pada tahun 1938 untuk mengembangkan senjata biologis.

Unit ini mendapat dukungan dari sekolah kedokteran dan universitas di Jepang. Mereka memasok unit dengan staf peneliti dan dokter yang melakukan eksperimen.

Dalam proyek ini, Unit 731 mempekerjakan warga sipil dan tahanan China sebagai kelinci percobaan untuk mengembangkan penyakit mematikan.

Para peneliti menyuntik tahanan masa perang dengan antraks, wabah kolera, dan patogen lainnya. Yang paling mengerikan, beberapa eksperimen ini menampilkan pembedahan hewan tanpa anestesi.

4. Eksperimen Sifilis Tuskegee

Eksperimen sifilis di Guatemala
Eksperimen sifilis di Guatemala

Eksperimen Sifilis Tuskegee melibatkan studi sifilis yang tidak diobati di antara populasi laki-laki Negro, atas nama menerima perawatan gratis, penelitian ini berubah menjadi tragedi yang terkenal dan menarik kecaman luas.

Awalnya, 600 pria mendaftar untuk proyek ini, 399 dari pria ini menderita sifilis laten kemudian 201 pria memberikan kontrol eksperimental.

Dokter dari Layanan Kesehatan Masyarakat AS memantau proyek tersebut, alih-alih memberikan perawatan penisilin yang kemudian direkomendasikan, para dokter memberikan plasebo, termasuk suplemen mineral dan aspirin, kepada subjek uji. Para dokter berusaha memahami efek dan penyebaran sifilis pada manusia.

Tragisnya, 28 pria meninggal karena sifilis sebagai akibat langsung dari prosedur tidak etis tersebut, 100 lainnya meninggal karena komplikasi terkait sifilis, sementara 40 pasangan tertular penyakit tersebut, akibatnya 19 wanita yang melahirkan menularkan sifilis kepada anaknya yang baru lahir.

Pada tahun 1997, Presiden AS Bill Clinton meminta maaf kepada para korban dan keluarga mereka karena eksperimen pemerintah yang tragis dan mengakui bahwa tindakan pemerintah itu salah secara moral dan mendalam.

5. Eksperimen Anjing Berkepala Dua

Ilustrasi Anjing Labrador. (Liputan6/Pixabay)
Ilustrasi Anjing Labrador. (Liputan6/Pixabay)

Vladimir Demikhov dikenal sebagai tenaga medis pertama yang berhasil melakukan operasi bypass arteri koroner pada makhluk berdarah panas.

Meskipun menjadi ahli bedah yang sukses dalam bedah koroner dan transplantasi organ, ia juga melakukan beberapa eksperimen yang memalukan, membuatnya menjadi tidak terkenal, eksperimen anjing berkepala dua yang terkenal adalah salah satu contohnya.

Dalam proyek anjing berkepala dua, Dr. Demikhov menjahit kepala, bahu, dan kaki depan anak anjing ke leher anjing Jerman.

Karena kedua anjing dapat bergerak secara mandiri setelah operasi, proyek tersebut tampaknya berhasil. Namun, hewan itu meninggal karena penolakan jaringan.

Demikhov mengulangi percobaannya 20 kali, tetapi makhluk ini hidup paling lama satu bulan.

6. Transplantasi Testis Manusia

Ilustrasi jarum suntik. (Sumber Pixabay)
Ilustrasi jarum suntik. (Sumber Pixabay)

Leo Stanley, seorang dokter di sebuah Penjara San Quentin California mentransplantasikan beberapa testis penjahat yang dieksekusi ke tahanan yang masih hidup.

Dokter percaya bahwa penjahat laki-laki ini memiliki karakteristik yang sama yaitu mereka semua memiliki kadar testosteron yang rendah, dan dia percaya bahwa meningkatkan kadar testosteron akan mengurangi tingkat kejahatan.

Dalam teorinya, Dr. Stanley menyerahkan lebih dari 600 narapidana menjadi subjek tesnya, kemudian datanglah tindakan yang paling mengerikan, dokter menyuntik korbannya dengan testis hewan yang dicairkan ketika dia tidak mendapatkan cukup testis manusia.

Untuk membuktikan kesuksesannya, Dr. Stanley kemudian mengutip seorang narapidana Kaukasia yang mengaku merasa energik setelah menjalani transplantasi testis dari seorang terpidana mati berlatar belakang Afrika-Amerika.

7. Eksperimen Penjara Stanford

Ilustrasi penjara (AFP)
Ilustrasi penjara (AFP)

Pada tahun 1971, peneliti dari Universitas Stanford bereksperimen dengan menyelidiki mengapa narapidana dan sipir selalu berselisih paham.

Para peneliti menugaskan 24 narapidana dan penjaga, menempatkan mereka di lingkungan penjara, namun hanya dalam enam hari, studi aneh ini tiba-tiba berakhir.

Mereka awalnya berencana untuk bereksperimen selama dua minggu, tetapi itu tidak terjadi karena para peneliti menemukan bahwa tidak mungkin untuk mempertahankan dan mengontrol ketertiban dalam sel percobaan.

Sepertiga penjaga menjadi kasar dan hal yang mengejutkan adalah bahwa para narapidana yang dianiaya secara pasif menerima perlakuan kejam, menyebabkan dua dari mereka mengalami trauma emosional.

8. Eksperimen Anjing Zombie

Maltese / Sumber: Pixabay
Maltese / Sumber: Pixabay

Dua ilmuwan Rusia, Dr. Boris Levinskovsky dan Sergei Brukhoneko, pernah merilis video kontroversial yang menampilkan kepala anjing yang tetap hidup melalui sistem sirkulasi darah buatan, dan dikenal sebagai eksperimen dalam Kebangkitan organisme.

Dalam video kontroversial tersebut, para ilmuwan menggunakan autojektor, sebuah peralatan khusus jantung-paru, untuk menampilkan kepala anjing yang mengedipkan mata, menjilat mulut, dan menggoyangkan telinga sebagai respons terhadap suara.

Pada tahun 2005, Ilmuwan Amerika mengulangi eksperimen yang sama dengan membilas darah anjing dan menggantinya dengan garam dan oksigen yang diisi gula.

Hal yang tidak terpikirkan terjadi, anjing-anjing itu kembali dari kematian tiga jam kemudian, setelah mengalami sengatan listrik dan transfusi darah.

9. Proyek CIA MKUltra

Ilustrasi tentang otak dan kecerdasan. (Sumber Pixabay)
Ilustrasi tentang otak dan kecerdasan. (Sumber Pixabay)

Para pakar menganggap MKUltra sebagai salah satu proyek CIA yang paling terkenal.

CIA bermaksud untuk mengembangkan teknik pengendalian pikiran yang digunakan untuk melawan musuh selama perang.

Badan ini melaksanakan proyek tersebut dari tahun 1950 hingga 1970 dengan tujuan utamanya adalah menempatkan Amerika dalam memimpin teknologi pengendalian pikiran, namun seiring berjalannya waktu, proyek tersebut merosot menjadi rezim pengujian narkoba ilegal yang menargetkan ribuan warga.

CIA menggunakan obat-obatan dan bahan kimia, seperti LSD, untuk menimbulkan penyiksaan psikologis, bahkan mencoba memanipulasi kondisi mental korban dengan mengubah fungsi otak.

Dalam gerakan yang aneh, pihak berwenang memerintahkan penghancuran semua dokumentasi terkait proyek.

Meskipun demikian, pada tahun 2001, lebih dari 20.000 halaman dokumen program dirilis di bawah Undang-Undang Kebebasan Informasi.

10. Meregenerasi Sel Manusia Mati

Ilustrasi Sel Punca (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Sel Punca (Foto: Pixabay)

Sekelompok ilmuwan menemukan bahwa mereka dapat mengeringkan jaringan kandung kemih babi menjadi bubuk matriks ekstraseluler, sebaliknya bubuk ini bisa membantu menumbuhkan kembali jari-jari manusia.

Menariknya, para peneliti juga menemukan bahwa sel lapisan kandung kemih babi umumnya mengandung protein unik yang bisa meningkatkan pertumbuhan jaringan yang sangat mirip dengan cara kadal, menumbuhkan kembali ekornya.

Baru-baru ini, beberapa ilmuwan mencapai hal yang mustahil, mereka berhasil menyuntikkan sel induk embrio manusia ke dalam otak janin tikus yang belum lahir.

Setelah lahir, sel otak manusia terus berkembang bersama sel otak tikus, yang mengherankan, hal ini membuktikan bahwa sel punca manusia dapat tumbuh menjadi sel seperti itu saat terbungkus dalam makhluk hidup lain.

Dokter telah menggunakan perawatan serupa untuk mengembangkan ujung jari baru, memasang kembali jari yang putus, dan meregenerasi otot veteran perang Irak yang hancur.

Pada akhirnya, banyak ilmuwan percaya bahwa pengetahuan ini dapat meningkatkan penelitian gangguan otak manusia dan meningkatkan pengujian obat eksperimental para peneliti.

Reporter: Veronica Gita

Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker

Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Juga Video Berikut Ini: