Transportasi Laut Jadi Urat Nadi Perekonomian Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Komite Tetap Bidang Perhubungan Laut Kamar dagang Dan Industri Indonesia (Kadin) Nova Y. Mugijanto mengatakan, transportasi laut di Indonesia merupakan urat nadi dalam perekonomian Indonesia. Sebab, jika tidak ada transportasi laut tentu akan mengganggu aktivitas perekonomian dan lainnya.

"Kita tahu memang secara umum ekonomi maritim kita itu cukup luas mencakup transportasi laut, kapal, kemudian pelabuhannya," ujar Nova dalam acara konferensi pers BIMP-EAGA Maritime 2023, Jakarta, Kamis (12/1).

Kadin mencatat ada sekitar 2.000 pelabuhan resmi di Indonesia. Oleh karena itu harapannya pelabuhan resmi terus bertambah. "Jadi setiap 40 km itu ada pelabuhannya jadi memang dengan jumlah pulau yang begitu banyak mudah-mudahan transportasi laut dan pelatihannya suatu hal yang tidak bisa dipisahkan," kata dia.

Menurutnya, banyak tantangan yang harus dihadapi transportasi laut, yakni bagaimana Indonesia mempertahankan sistem transportasi laut yang bisa berdaya saing. "Dalam hal ini dibutuhkan salah satu transportasi laut yang terintegrasi dari segi kapalnya dan pelabuhannya yang memang harus tidak mau mengikuti perkembangan zaman," tandasnya.

Sebagai informasi, BIMP-EAGA Maritime 2023 adalah acara tahunan pelabuhan peti kemas, pelayaran dan transportasi logistik dan perdagangan yang berlangsung dari 21-23 Februari 2023 di JW Marriott Hotel Jakarta. Acara ini menjadi sorotan utama di antara komunitas BIMP-EAGA dan sangat dinanti oleh mereka yang mengikuti perkembangan di pasar Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, East ASEAN Growth Area. [azz]