Transportasi publik jadi layanan utama pergerakan orang di IKN

Transportasi publik akan menjadi layanan utama pergerakan orang dan barang di Nusantara, ibu kota baru negara Republik Indonesia yang dibangun di Sepaku-Semoi, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Kendaraan yang digunakan juga yang ramah lingkungan dan tidak menghasilkan emisi. Untuk dalam kota akan digunakan bus listrik, sepeda, dan sepeda listrik. Kendaraan atau mobil-mobil listriknya juga dirancang dapat berjalan dengan kemudi oleh sistem alias otomatis tanpa sopir. Bahkan lama perjalanan juga ditentukan, yaitu 10 menit perjalanan maksimal ke fasilitas-fasilitas penting kota dari simpul transportasi atau terminal.

“Sehingga semua bisa sangat hemat dan efisien,” kata Pemimpin Tim Penyusun Rencana Induk Sistem Transportasi Cerdas di IKN Resdiansyah, dalam suara pers yang diterima di Balikpapan, Jumat.

Baca juga: Pj gubernur nilai Mamuju miliki posisi strategis sebagai penyangga IKN
Baca juga: Riza akui biaya pembangunan di DKI lebih mahal dibandingkan IKN

Pada pengaturan lalu lintas, baik di persimpangan atau parkir, atau di bagian-bagian mana yang perlu diatur atau dijaga dan diawasi, akan dilakukan secara digital dan elektronis, dengan kamera cctv dan aplikasi perhitungan komputer.

Termasuk juga di dalamnya dalam hal penanganan pelanggaran lalu lintas ataupun kecelakaan.

Dalam sistem yang sudah berlaku di beberapa negara, misalnya, pelanggar batas kecepatan atau rambu dan marka jalan dapat terpantau kamera, segera teridentifikasi atau dikenali oleh sistem, yang selanjutnya bisa langsung dihukum denda dan dikirimi surat tilang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tilang itu pun, bisa dibayar dengan transfer saja ke rekening negara.

Menurut Resdiansyah, sistem pengendali lalu lintas cerdas direncanakan akan menjadi teknologi ITS (intelligent transportation system) pertama yang dikembangkan di IKN khususnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), kawasan di mana ada istana negara atau istana presiden, kantor-kantor kementerian, kantor lembaga-lembaga tinggi negara, dan markas TNI dan Polri.

Dalam kesempatan itu, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono berharap bahwa sistem transportasi cerdas itu mampu menjawab tantangan di masa depan di IKN untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

“Dan kelak juga bisa diterapkan di kota-kota lainnya di Indonesia,” kata Bambang.

Baca juga: Bappenas: Perpres insentif untuk investor di IKN segera terbit
Baca juga: Menteri PUPR dan JICA bahas jaminan mutu pembangunan IKN Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel