Trauma Nyaris Degradasi di BRI Liga 1, Suporter Waswas Melihat Operasi Senyap Manajemen PSM dalam Berburu Pemain

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Makassar - Langkah manajemen PSM Makassar yang tertutup dalam perburuan pemain membuat para suporternya mulai waswas. Mereka tentu tak ingin skuad Juku Eja mengulang pengalaman pahit di BRI Liga 1.

PSM nyaris terdegradasi karena kalah bersaing dengan tim pesaing pada bursa transfer. Alhasil, ada sejumlah pemain yang bergabung berstatus pinjaman dari tim Liga 1 dan Liga 2.

Dihubungi Bola.com, Minggu (17/4/2022), Sadat Sukma, Sekjen Red Gank, mengungkapkan, kondisi PSM saat ini seharusnya lebih baik dari musim lalu.

Seperti diketahui, sampai jelang BRI Liga 1 digelar, persiapan PSM dibayangi ancaman tidak boleh mengikuti kompetisi sebelum menyelesaikan tunggakan gaji ke pemainnya.

"Kalau sekarang kan tidak lagi. Apalagi PSM akan tampil di Piala AFC. Logikanya, dengan modal ini, minat pemain ke PSM tentu besar," tegas Sadat.

Tapi, faktanya, sejumlah nama pemain incaran yang beredar di media dan kalangan suporter tak jadi bergabung PSM Makassar. Terbaru, bek kiri Persipura, David Rumakiek sudah resmi menjadi bagian dari skuab Persib Bandung musim depan.

Serbuan Klub Lain

Manajer tim Arema, Ali Rifki dan Presiden Arema Gilang Widya Pramana memperkenalkan Ilham Udin Armayn dan Hasim Kipuw sebagai pemain baru. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Manajer tim Arema, Ali Rifki dan Presiden Arema Gilang Widya Pramana memperkenalkan Ilham Udin Armayn dan Hasim Kipuw sebagai pemain baru. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Ironisnya, beberapa pemain pilar PSM Makassar musim lalu seperti Hilman Syah, Hasim Kipuw dan Ilham Udin Armaiyn malah pamit untuk menerima tawaran tim lain.

Padahal, persaingan antartim musim depan diprediksi bakal lebih ketat dengan kehadiran RANS Cilegon United, Persis Solo dan Dewa United.

"Mereka tentu tak ingin sekadar numpang lewat. Dengan dana besar yang dimiliki tentu lebih mudah merekrut pemain incaran. Terbaru, Persis malah sudah mengumumkan 18 pemain lokal yang telah menjalin kesepakatan dengan mereka," papar Sadat.

Pemain Butuh Kepastian

Pemain Bhayangkara Solo FC, Andik Vermansah (kiri) dijaga pemain PSM Makassar Erwin Gutawa, dalam pertandingan matchday ke-2 Babak Penyisihan Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sabtu (27/3/2021). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Pemain Bhayangkara Solo FC, Andik Vermansah (kiri) dijaga pemain PSM Makassar Erwin Gutawa, dalam pertandingan matchday ke-2 Babak Penyisihan Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sabtu (27/3/2021). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Sebelumnya, CEO PSM, Munafri Arifuddin mengungkapkan manajemen menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih Benardo Tavares untuk menentukan pemain.

Menurut Sadat, kalau pemain asing jelas tak masalah karena Tavares tentu sudah memiliki bayangan.

"Tapi, tentu tidak buat pemain lokal. Kan coach Tavares belum merasakan atmosfer kompetisi Indonesia," tutur Sadat.

Sadat pun menyarankan, sebaiknya manajemen bergerak cepat memberikan kepastian kepada pemain yang tetap dipertahankan. Seperti Erwin Gutawa dan Rasyid Bakri yang terang-terangan ingin tetap berkostum Juku Eja meski mendapat tawaran dari klub lain.

Namun, sampai saat ini belum diajak bicara oleh manajemen terkait kepastian status mereka.

Hal senada dikatakan Karaeng Iskandar, pentolan suporter PSM.

Menurut Karaeng, sebagai satu-satunya tim asal Indonesia Timur yang bermain di Liga 1, sebaiknya PSM bisa mengakomodir bakat pemain dari Sulawesi dan Papua.

"Selain memiliki kualitas yang baik, karakter permainan mereka beda tipis dengan anak-anak Makassar," ungkap Karaeng.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel