Trauma Ruben Onsu soal Makanan Saat di Lokasi Syuting

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Ruben Onsu pernah punya pengalaman tak mengenakan tentang makanan di lokasi syuting. Sebelum sesukses sekarang, suami Sarwendah hanya bisa memandangi orang yang sedang asik makan saat jeda syuting.

Kala itu Ruben Onsu hanya bisa menahan lapar atau makan seadanya saja. Kejadian itu hingga kini sangat membekas dihatinya.

"Karena gue punya trauma. Dulu gue lihat orang makan. Misal, ada satu orang makan depan gue, ada gue di sebelahnya, bisa tuh dia enggak nawarin, enggak kasih, bisa dan ada. Itu sering terjadi," tutur Ruben Onsu dikutip dari kanal YouTube Qiss You TV, Selasa (8/6/2021)

Bawa Banyak Makanan

Ruben Onsu. (Foto: Instagram @ruben_onsu)
Ruben Onsu. (Foto: Instagram @ruben_onsu)

Oleh Karena itu, Ruben Onsu kini selalu membawa makanan berlebih untuk bisa ia makan bersama rekan-rekan di lokasi syuting. Ia tak mau ada orang kelaparan disekitarnya

"Nah, gue itu tidak pernah mau bawa makanan ke lokasi syuting yang gue makan, kalau enggak gue bawa buat orang lain," ujar Ruben.

Tak Berlebihan

Ruben Onsu memiliki aktivitas yang sangat padat. Mulai dari mengisi acara dari satu stasiun televisi ke stasiun televisi yang lain (Adrian Putra/Bintang.com)
Ruben Onsu memiliki aktivitas yang sangat padat. Mulai dari mengisi acara dari satu stasiun televisi ke stasiun televisi yang lain (Adrian Putra/Bintang.com)

Kebiasaan itu terus berlanjut hingga sekarang. Namun ia selalu dipesankan sang asisten agar tak berlebihan dalam membawa makanan yang ditakutkan akan mubazir.

"Enggak habis masih ada lagi yang makan, lu cari di depan, masih ada tukang parkir. Maksud gue, gue mendingan lebih daripada kurang. Gue enggak bisa ada kata-kata 'Yah habis'. Gue langsung kayak sedih," ujar Ruben.

Trauma

Ruben Onsu di lokai syuting serial i-KTP (Bambang E. Ros/Bintang.com)
Ruben Onsu di lokai syuting serial i-KTP (Bambang E. Ros/Bintang.com)

Kata Ruben Onsu, trauma dari pengalaman tersebut sampai sekarang tidak bisa hilang dari ingatannya.

"Masih trauma pokoknya," kata Ruben.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel