Trauma Setelah Berperang di Gaza, Veteran Tentara Israel Bakar Diri

Daurina Lestari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Seorang veteran perang Israel berusia 26 tahun membakar dirinya di kantor Kementerian Militer, Selasa 13 April 2021. Peristiwa itu telah membuat syok publik Israel.

Dilansir dari Arab News, Kamis 15 April 2021, Itzik Saidian mengalami luka bakar yang serius setelah membakar dirinya dengan cairan yang mudah terbakar. Juru bicara militer mengatakan Saidian menderita gangguan stres pasca-trauma sejak perang Gaza 2014.

Saidian dilarikan ke unit perawatan intensif Rumah Sakit Tel Hashomer dekat Tel Aviv. Dia berada dalam kondisi kritis dengan luka bakar serius di sekujur tubuhnya, kata rumah sakit itu.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan dia sangat terkejut, dan bertekad untuk melakukan reformasi total dalam cara Israel merawat para veteran yang cacat dan terluka.

Pemuda itu diketahui cacat sebagian karena menderita post-traumatic stress disorder (PTSD) terkait tugasnya selama perang 2014 antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. Sekitar 2.250 orang Palestina tewas dalam perang itu, sebagian besar warga sipil, dan 74 orang Israel, sebagian besar tentara.

Secara terpisah, Asosiasi Veteran tentara Israel mengatakan bahwa pria itu frustrasi atas perlakuan yang dilakukan oleh pihak berwenang. Dia telah diakui oleh kementerian militer Israel mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD) sebanyak 25 persen, namun ia meminta pengakuan hingga 50 persen.

Kementerian menolak klaim tersebut dan mengatakan setidaknya sebagian dari penyakitnya disebabkan oleh trauma masa kecil, bukan dinas militernya. Pria itu diakui sebagai penyandang cacat karena mengalami gangguan mental setelah ikut dalam serangan militer Israel 2014 di Jalur Gaza.

Dia juga menunjukkan kesulitan mendapatkan pengakuan dari kementerian urusan militer Israel sebagai pasien dengan gangguan stres pascatrauma.

Veteran tersebut berbicara tentang pengalamannya dalam Pertempuran Shuja'iyya, yang terjadi antara pasukan militer Israel dan Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, di lingkungan Shuja'iyya di Kota Gaza pada Juli 2014.

Data dari Direktorat Tenaga Kerja kementerian menunjukkan awal tahun ini bahwa sekitar sepertiga tentara Israel yang tewas tahun lalu karena bunuh diri. Hal itu memicu kontroversi mengenai sistem dukungan untuk tentara yang terluka atau sakit psikologis, yang sering dianggap tidak efisien dan birokratis.

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz mengumumkan penyelidikan menyeluruh untuk menemukan alasan peristiwa tragis ini. Kementeriannya berjanji untuk secara substansial meningkatkan perlakuan terhadap tentara pasca-trauma.

Tugas militer adalah sesuatu yang wajib di Israel untuk penduduk berusia 18 tahun. Wanita mengikuti wajib militer selama dua tahun, dan pria dua tahun enam bulan.