Travel Gelap Terjaring di Tuban, Bawa Pemudik dari Jateng ke Jatim

·Bacaan 1 menit

VIVA – Larangan mudik yang dimulai pada Kamis ini, 6 Mei 2021, tak menyurutkan sebagian warga untuk mudik ke kampung halaman. Buktinya, ada saja warga yang mudik dan akhirnya terjaring petugas di titik penyekatan.

Para pemudik itu sebagian disuruh putarbalik, ada pula yang langsung dites COVID-19 dan diisolasi. Seperti yang terjadi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Satu unit mobil travel Toyota Hiace Nopol DK 7412 FC yang melintas di Jalan Tuban-Bancar kepergok petugas membawa pemudik dari Rembang, Jawa Tengah.

"Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata travel gelap," kata Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono kepada wartawan.

Mobil itu membawa lima orang termasuk sopir. Mereka ialah sopir bernama Iqbal Fladirico (23); pasangan suami istri Mastoha-Mega, warga Tambakboyo, Tuban. Lalu, ada Thuris, warga Pagersari, Tulungagung; dan Septian, warga Malang.

Ruruh menjelaskan, setelah diperiksa, kendaraan pembawa penumpang itu tidak bisa menunjukkan surat jalan dan surat keterangan hasil negatif tes COVID-19. Kelimanya kemudian dites cepat (rapid test). Hasilnya, sang sopir, Iqbal, reaktif COVID-19. Ia kemudian dibawa ke Stadion Bumi Wali dan dites usap.

Jika hasil tes usapnya positif, Iqbal harus menjalani karantina. Ia juga ditilang. Bahkan, mobil Hiace-nya disita sementara oleh petugas kepolisian karena nekat membawa pemudik.

Sedangkan, untuk pasutri Mastoha-Mega terpaksa dipulangkan ke Tambakboyo, Tuban. Namun, mereka harus menjalani karantina.

Lantas, untuk dua penumpang lainnya, Ruruh mengatakan keduanya dibawa balik ke daerah awal mereka berangkat di Rembang, Jawa Tengah.

"Yang bersangkutan kami kembalikan lagi ke Rembang, tempat awal mereka berangkat. Kami antar pakai mobil patwal," ujar mantan Kapolres Madiun itu.

Iqbal mengaku dirinya tahu bahwa Kamis ini sudah berlalu larangan mudik. Ia mengaku salah dan meminta maaf.

Sementara, Mastoha mengaku tidak tahu jika larangan mudik berlaku Kamis ini. Ia mengaku merantau di Jakarta namun sebulan terakhir singgah di rumah keluarganya di Rembang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel